Belva Mundur, Masyarakat Masih Gugat Kehadiran Ruangguru di Kartu Prakerja

Jum'at, 24 April 2020 - 08:09 WIB
Perusahaan Ruangguru yang didirikan Adamas Belva Syah Devara masih menuai polemik dan digugat sebagian masyarakat karena masih menjadi patner dalam program Kartu Prakerja. Foto/Instagram
JAKARTA - Adamas Belva Syah Devara sudah resmi mundur dari Staf Khusus (Stafsus) 'milenial' Presiden Jokowi. Namun perusahaan 'Ruangguru' yang didirikan Belva masih menuai polemik dan digugat sebagian masyarakat karena masih menjadi patner dalam program Kartu Prakerja.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie salah satunya mempertanyakan saham Ruangguru yang disebut-sebut berasal dari India. "Lantaran India berekspansi dan sempat menyuntik dana Rp2,1 triliun pada November 2019 lalu. Jadi saham terbesar dari India. Otomatis keuntungan mereka akan terima," ujar Jerry kepada SINDOnews, Kamis (23/4/2020).



Jerry menilai program dan kebijakan Kartu Prakerja melalui daring tidak sesuai dengan kondisi yang dirasakan masyarakat saat ini akibat wabah virus Corona atau COVID-19. Di saat bersamaan orang lagi kelaparan, sehingga mana mungkin Kartu Prakerja akan efektif.

"Saya nilai program ini tak akan jalan maksimal. Masa anak muda milenial langsung memperoleh tender sebanyak itu saya curiga. Ada (pihak) di belakang Adamas. Yang di PHK nyaris 2 juta. Jadi mereka butuh bantuan tunai," tandasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!