Antisipasi Ancaman Militer, Pengamat: Langkah RI Siapkan Komcad di Masa Damai Tepat
Sabtu, 26 Februari 2022 - 13:32 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto pada Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan (Kemhan) 2022, Januari lalu menyatakan pembentukan Komcad program 2021 akan dilanjutkan pada tahun ini mengingat dinamika lingkungan strategis baik global, regional, maupun nasional yang kompleks dan berpotensi memunculkan ancaman militer.
Baca juga: Diburu Pasukan Elite 2 Negara, Nyawa Jenderal Kopassus Ini Selamat Meski Diujung Senapan
Di Indonesia, Komcad merupakan salah satu program sukarela (tidak wajib) yang diamanatkan dalam UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (UU PSDN), yang menyatakan bahwa Komcad sebagai salah satu usaha pertahanan negara, dapat dikerahkan untuk menanggapi tidak hanya ancaman militer tapi juga ancaman non-militer dan ancaman hibrida.
Perekrutan Komcad dilakukan dalam rangka mempersiapkan cadangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih untuk membantu komponen utama pertahanan negara, yaitu TNI agar ketika suatu saat ada ancaman perang, komponen masyarakat sudah siap dan terlatih.
Apa yang terjadi di dunia saat ini menandakan pentingnya negara memiliki sistem pertahanan yang baik, di mana kekuatan militer yang memadai akan menjamin negara-negara lain untuk menghormati negara yang bersangkutan serta tidak berupaya untuk melakukan penyerangan.
Prabowo pada November 2019 lalu saat melaksanakan rapat pertama dengan DPR Komisi I mengutip pernyataan Vegetius, seorang pakar militer Romawi yang mengatakan “Si Vis Pacem, Para Bellum,” yang berarti berharap damai maka harus bersiaga perang.
Baca juga: Diburu Pasukan Elite 2 Negara, Nyawa Jenderal Kopassus Ini Selamat Meski Diujung Senapan
Di Indonesia, Komcad merupakan salah satu program sukarela (tidak wajib) yang diamanatkan dalam UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (UU PSDN), yang menyatakan bahwa Komcad sebagai salah satu usaha pertahanan negara, dapat dikerahkan untuk menanggapi tidak hanya ancaman militer tapi juga ancaman non-militer dan ancaman hibrida.
Perekrutan Komcad dilakukan dalam rangka mempersiapkan cadangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih untuk membantu komponen utama pertahanan negara, yaitu TNI agar ketika suatu saat ada ancaman perang, komponen masyarakat sudah siap dan terlatih.
Apa yang terjadi di dunia saat ini menandakan pentingnya negara memiliki sistem pertahanan yang baik, di mana kekuatan militer yang memadai akan menjamin negara-negara lain untuk menghormati negara yang bersangkutan serta tidak berupaya untuk melakukan penyerangan.
Prabowo pada November 2019 lalu saat melaksanakan rapat pertama dengan DPR Komisi I mengutip pernyataan Vegetius, seorang pakar militer Romawi yang mengatakan “Si Vis Pacem, Para Bellum,” yang berarti berharap damai maka harus bersiaga perang.
Lihat Juga :