Jangan Remehkan Efek Serangan Rusia  

Sabtu, 26 Februari 2022 - 12:42 WIB
Operasi militer khusus Rusia ini sempat menggoyahkan pasar modal dunia. Dikhawatirkan perang ini akan berdampak pula pada perekonomian global yang sedang berupaya bangkit dari pukulan 2 tahun pandemi covid 19. Terutama pada ketersediaan energi global mengingat Rusia adalah produsen minyak ketiga terbesar dan eksportir minyak terbesar keempat di dunia.

Produksi minyak Rusia adalah 10 juta barrel per hari dan 7,43 juta barrel per hari diekspor ke sejumlah negara. Belum lagi komoditi gas Rusia yang telah menopang kehidupan di sejumlah negara Eropa. Jangan lupa juga, Rusia juga menjadi produsen batu bara dan diekspor ke sejumlah negara.

Ini berarti tidak sedikit negara yang menggantungkan pasokan energinya ke Rusia. Bukan tidak mungkin, Rusia akan menghentikan ekspor minyak dan gasnya untuk menekan dunia sehingga operasi militer khususnya di Ukraina mulus dan tidak ada yang berani menghadangnya. Termasuk Eropa yang sangat bergantung pada pasokan gas Rusia.

Lantas apa dampak seranan Putin ke Ukraina itu bagi Indonesia? Dalam dunia yang sudah sangat mengglobal ini, satu kejadian di sebuah negara pasti berdampak ke negara-negara lain. Hari pertama pasar modal seluruh dunia rontoktermasuk Bursa Efek Indonesiakarena kaget dengan serangan Rusia.

Namun sejumlah pihak yakin kondisi akan berangsur pulih karena perekonomian Indonesia tidak terlalu banyak bergantung pada situasi global. Tapi lebih mengandalkan pasar domestik yang digerakkan oleh belanja pemerintah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!