Pilpres 2024, Perang Buzzer Diprediksi Masih Akan Mewarnai
Minggu, 20 Februari 2022 - 06:10 WIB
Namun, menurut Ujang, mestinya jangan ada buzzer. Karena, dia menilai buzzer itu perusak. “Namun buzzer tak dapat terhindarkan dalam setiap momen politik termasuk pilpres,” pungkasnya.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah juga menilai idealnya setiap helatan pemilihan tidak perlu ada buzzer. “Tetapi situasi dan kondisi demokrasi kita saat ini memungkinkan tumbuh suburnya buzzer politik, kecuali ada regulasi yang kuat adanya aturan terkait propaganda politik di ruang siber,” ujar Dedi kepada SINDOnews secara terpisah.
Menurut Dedi, sejauh ini untuk menghalangi munculnya buzzer politik itu cukup sulit, karena bebasnya akses informasi teknologi. Dia juga menilai dilematis, satu sisi memberikan kebebasan publik adalah hak demokrasi, sisi lainnya kebebasan itu tidak terkontrol.
Meskipun, lanjut dia, risiko yang dihadapi adalah perpecahan publik. “Munculnya buzzer politik menandai minimnya kualitas politik gagasan, sehingga jalan instan yang ditempuh dengan lakukan buzzering,” pungkasnya.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah juga menilai idealnya setiap helatan pemilihan tidak perlu ada buzzer. “Tetapi situasi dan kondisi demokrasi kita saat ini memungkinkan tumbuh suburnya buzzer politik, kecuali ada regulasi yang kuat adanya aturan terkait propaganda politik di ruang siber,” ujar Dedi kepada SINDOnews secara terpisah.
Menurut Dedi, sejauh ini untuk menghalangi munculnya buzzer politik itu cukup sulit, karena bebasnya akses informasi teknologi. Dia juga menilai dilematis, satu sisi memberikan kebebasan publik adalah hak demokrasi, sisi lainnya kebebasan itu tidak terkontrol.
Meskipun, lanjut dia, risiko yang dihadapi adalah perpecahan publik. “Munculnya buzzer politik menandai minimnya kualitas politik gagasan, sehingga jalan instan yang ditempuh dengan lakukan buzzering,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :