Angka Kematian Covid-19 Tembus 100 Orang, Eks Direktur WHO Ungkap Fakta Ini
Sabtu, 12 Februari 2022 - 09:30 WIB
Tjandra menjelaskan, varian Omicron memang jauh lebih mudah menular daripada Delta tetapi proporsi angka kematiannya jauh lebih rendah. Tapi perlu waspada, ada beberapa negara yang angka kematian total pada saat Omicronnya ternyata lebih tinggi daripada ketika negara itu menghadapi varian Delta.
"Sebabnya, karena jumlah kasus total memang jauh lebih tinggi pada Omicron dibandingkan Delta," ucapnya.
Dia mengatakan dari World Economic Forum menurunkan artikel 'If Omicron is less severe, why are Covid-19 deaths rising?' yang antara lain menyebutkan bahwa pada 28 Januari 2022 Australia mengalami jumlah kematian sehari paling banyak selama Pandemi Covid-19.
Di mana hampir 100 orang meninggal di hari dengan Omicron ini, jauh lebih tinggi katimbang waktu Australia dihantam varian Delta.
Kemudian kata Tjandra, Amerika Serikat pada akhir Januari 2022 juga mengalami hal yang sama, dimana ada kematian rata-rata 2.200 orang seharinya, lebih tinggi daripada ketika mereka dihantam Delta September tahun yang lalu, angka kematian tertinggi rata-rata dalam tujuh hari adalah 2.078 orang.
"Sebabnya, karena jumlah kasus total memang jauh lebih tinggi pada Omicron dibandingkan Delta," ucapnya.
Dia mengatakan dari World Economic Forum menurunkan artikel 'If Omicron is less severe, why are Covid-19 deaths rising?' yang antara lain menyebutkan bahwa pada 28 Januari 2022 Australia mengalami jumlah kematian sehari paling banyak selama Pandemi Covid-19.
Di mana hampir 100 orang meninggal di hari dengan Omicron ini, jauh lebih tinggi katimbang waktu Australia dihantam varian Delta.
Kemudian kata Tjandra, Amerika Serikat pada akhir Januari 2022 juga mengalami hal yang sama, dimana ada kematian rata-rata 2.200 orang seharinya, lebih tinggi daripada ketika mereka dihantam Delta September tahun yang lalu, angka kematian tertinggi rata-rata dalam tujuh hari adalah 2.078 orang.
Lihat Juga :