Posisi Cak Imin di Kalangan NU Semakin Tergerus

Jum'at, 11 Februari 2022 - 04:18 WIB
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Foto/Dok.SINDOnews
JAKARTA - Direktur Eksekutif Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) Sholeh Basyari melihat posisi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar ( Cak Imin ) di kalangan NU semakin tergerus sejak kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf. Menurutnya, komitmen Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menjadikan NU lebih terbuka sangat berpengaruh pada posisi Cak Imin.

“Saat ini semua capres dan cawapres sudah melihat NU sebagai potensi untuk mengambil suara, sehingga mereka berlomba-lomba untuk masuk ke pesantren-pesantren, sowan ke kiai-kiai dan berbagai cara lain," kata Basyari kepada awak media, Kamis (10/2/2022).



Dia menjelaskan ceruk yang besar di NU dapat menarik perhatian bagi para capres dan cawapres, yang otomatis membuat peluang Cak Imin semakin sempit. "Untuk mengonsolidasi lagi kalangan NU, harusnya Cak Imin sowan ke Gus Yahya. Atau ajak ngopi barenglah. Biar nahdliyin melihat antara NU dengan PKB masih ada irisan. Jangan malah menjauh," kata Basyari.

Baca juga: Nelayan Kalibaru Dorong Cak Imin Nyapres 2024

Dari hasil survei CSIIS pada Januari lalu di kalangan NU, nama Muhaimin Iskandar tidak berhasil masuk dalam level atas. Muhaimin Iskandar bahkan kalah dari Erick Thohir dan Anies Baswedan, yang jelas tidak memiliki irisan dengan NU.

"Survei yang kita lakukan dengan metode exit prayer, adaptasi dari exit poll. Dimana kita bertanya langsung kepada para nahdliyin yang baru keluar dari masjid salat Jumat. Survei dilaksanakan di Jawa plus Lampung," tutur Basyari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!