Pusat Penelitian UNAIR Temukan Stem Cell dengan Daya Bunuh COVID-19 hingga 90%
Sabtu, 13 Juni 2020 - 07:09 WIB
Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga telah berhasil membuat dua jenis stem cell yang dinilai dapat membunuh perkembangbiakan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 hingga 90%. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga telah berhasil membuat dua jenis stem cell yang dinilai dapat membunuh perkembangbiakan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 hingga 90%.
Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell UNAIR, Purwati mengungkapkan dua stem cell tersebut adalah natural killer cell dan hematopoietic stem cell. “Kita melakukan penelitian terhadap stem cell. Jadi jenis stem cell yang kita pakai di sini ada dua natural killer cell dan juga hematopoietic stem cell,” ujarnya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (12/6/2020). (Baca juga: Yuri: Angka Kesembuhan 35,8% Lebih Tinggi Dibanding Kematian Akibat Corona)
Dari dua stem cell tersebut, kata Purwati, didapatkan hasil bahwa natural killer cell dan juga hematopoietic stem cell mampu membunuh virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 hingga 90%. “Dan didapatkan dalam 24 jam dan 72 jam hematopoietic stem cell dan natural killer cell ini, maka dia bisa meng-inaktivasi daripada virus dalam jumlah yang cukup signifikan besar kurang lebih 80 sampai 90% virusnya.”
Purwati mengatakan dua stem cell tersebut diambil dari dua pembiakan yang berbeda waktunya. “Dan itu bisa kita ambil dari darah dengan pembiakan kalau hematopoietic stem cell dari 3 sampai 4 hari. Kalau natural killer cell sampai dengan 14 hari.”
Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell UNAIR, Purwati mengungkapkan dua stem cell tersebut adalah natural killer cell dan hematopoietic stem cell. “Kita melakukan penelitian terhadap stem cell. Jadi jenis stem cell yang kita pakai di sini ada dua natural killer cell dan juga hematopoietic stem cell,” ujarnya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (12/6/2020). (Baca juga: Yuri: Angka Kesembuhan 35,8% Lebih Tinggi Dibanding Kematian Akibat Corona)
Dari dua stem cell tersebut, kata Purwati, didapatkan hasil bahwa natural killer cell dan juga hematopoietic stem cell mampu membunuh virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 hingga 90%. “Dan didapatkan dalam 24 jam dan 72 jam hematopoietic stem cell dan natural killer cell ini, maka dia bisa meng-inaktivasi daripada virus dalam jumlah yang cukup signifikan besar kurang lebih 80 sampai 90% virusnya.”
Purwati mengatakan dua stem cell tersebut diambil dari dua pembiakan yang berbeda waktunya. “Dan itu bisa kita ambil dari darah dengan pembiakan kalau hematopoietic stem cell dari 3 sampai 4 hari. Kalau natural killer cell sampai dengan 14 hari.”
Lihat Juga :