Mahfud MD Sebut Penggunaan Frasa Alqur’an Hadits Salah Fatal
Minggu, 06 Februari 2022 - 13:39 WIB
"Pertama kali saya dengar kalimat “Turut Alqur’an Hadits” itu pada akhir tahun 2019 saat acara Jalan Sehat di Pontianak (KAHMI Kalbar). Saat itu sudah saya sampaikan bahwa frasa “Alqur’an Hadits” itu salah, baik dari segi sejarah lagunya maupun dari segi kaidah Bahasa Arab," cuit Mahfud dalam unggahan Instagram pribadi @mohmahfudmd pada Minggu (6/2/2022).
Mahfud sampaikan ada dua alasan mengapa pengucapan frasa "Alqur’an Hadist" itu menjadi salah. Mahfud hendak mengoreksi kesalahan tersebut dikarenakan salah dari segi sejarah frasa dan juga salah fatal dari segi kaidah bahasa arab.
Pada alasan pertama, Mahfud menyampaikan secara kaidah bahasa arab, frasa asli "Qur’an dan Hadits" itulah yang paling benar. Pasalnya, frasa asli tersebut menunjukkan kalimat setara yaitu sama-sama menggunakan (isim) nakirah.
"Kalau kata Qur’an diganti dgn kata “Alqur’an” maka kata Hadits juga harus diganti dengan kata “Alhadits” sehingga menjadi “Turut Alqur’an dan Alhadits” sehingga sama-sama makrifah (sama-sama ditambah al)," ujar mantan presidium MN KAHMI tersebut.
Alasan kedua, menteri pertahanan di zaman Presiden Abdurrahman Wahid ini menjelaskan jika menggunakan frasa "Alqur’an Hadits" itu adalah kesalahan fatal. Menurut dia frasa tersebut menggunakan prinsip mubtada' dan khobar, yang menggeser arti dari bahasa arabnya menjadi "Alqur’an adalah Hadist".
Mahfud sampaikan ada dua alasan mengapa pengucapan frasa "Alqur’an Hadist" itu menjadi salah. Mahfud hendak mengoreksi kesalahan tersebut dikarenakan salah dari segi sejarah frasa dan juga salah fatal dari segi kaidah bahasa arab.
Pada alasan pertama, Mahfud menyampaikan secara kaidah bahasa arab, frasa asli "Qur’an dan Hadits" itulah yang paling benar. Pasalnya, frasa asli tersebut menunjukkan kalimat setara yaitu sama-sama menggunakan (isim) nakirah.
"Kalau kata Qur’an diganti dgn kata “Alqur’an” maka kata Hadits juga harus diganti dengan kata “Alhadits” sehingga menjadi “Turut Alqur’an dan Alhadits” sehingga sama-sama makrifah (sama-sama ditambah al)," ujar mantan presidium MN KAHMI tersebut.
Alasan kedua, menteri pertahanan di zaman Presiden Abdurrahman Wahid ini menjelaskan jika menggunakan frasa "Alqur’an Hadits" itu adalah kesalahan fatal. Menurut dia frasa tersebut menggunakan prinsip mubtada' dan khobar, yang menggeser arti dari bahasa arabnya menjadi "Alqur’an adalah Hadist".
Lihat Juga :