GP Ansor Luncurkan Kursus Online Bahasa Korea Gratis
Kamis, 23 April 2020 - 17:11 WIB
Menurut PP GP Ansor, program kartu prakerja ini sebaiknya dievaluasi kembali dan dialihkan untuk program perluasan jaring pengaman sosial yang lebih tepat sasaran dan dibutuhkan masyarakat. Misalnya, bantuan tunai untuk bertahan hidup selama pandemi berlangsung.
“Memberikan porsi anggaran yang nilainya begitu besar kepada startup-startup digital di saat krisis kemanusiaan seperti saat ini, bukan saja menunjukkan hilangnya rasa keadilan sosial, juga menunjukkan kurang berpihaknya negara kepada masyarakat yang lemah dan dilemahkan (mustadláfin),” tegas Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Kamis (23/4/2020) dalam keterangan persnya.
Berangkat dari keprihatinan itulah, kata dia, GP Ansor berkolaborasi dengan Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI), dan Korean First menggagas aplikasi online kursus Bahasa Korea.
“GP Ansor akan menggratiskan penggunaan platform ini kepada masyarakat yang berminat belajar bahasa Korea. Nilai awal kursus ini sebesar Rp1.420.000. Kursus ini bisa jadi alternatif bagi masyarakat Indonesia untuk belajar Bahasa Korea dari rumah, sebagai bagian peningkatan pengetahuan, terutama yang memiliki rencana bekerja di Korea. Platform ini bisa diakses lewat web di https://kelas.koreanfirst.net atau melalui PlayStore dengan nama aplikasi Kelas Korea,” ungkap Gus Yaqut, sapaan akrabnya.
Gus Yaqut menjelaskan, pihaknya menggandeng SPPI karena organisasi ini memiliki anggota 11 ribu lebih yang tersebar di seluruh dunia, termasuk di Korea yang sebagian besar anak buah kapal (ABK).
Ketua SPPI Ilyas Pangestu, menambahkan, ABK memang salah satu kelompok pekerja migran yang rentan terhadap eksploitasi, bahkan human trafficking.
“Memberikan porsi anggaran yang nilainya begitu besar kepada startup-startup digital di saat krisis kemanusiaan seperti saat ini, bukan saja menunjukkan hilangnya rasa keadilan sosial, juga menunjukkan kurang berpihaknya negara kepada masyarakat yang lemah dan dilemahkan (mustadláfin),” tegas Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Kamis (23/4/2020) dalam keterangan persnya.
Berangkat dari keprihatinan itulah, kata dia, GP Ansor berkolaborasi dengan Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI), dan Korean First menggagas aplikasi online kursus Bahasa Korea.
“GP Ansor akan menggratiskan penggunaan platform ini kepada masyarakat yang berminat belajar bahasa Korea. Nilai awal kursus ini sebesar Rp1.420.000. Kursus ini bisa jadi alternatif bagi masyarakat Indonesia untuk belajar Bahasa Korea dari rumah, sebagai bagian peningkatan pengetahuan, terutama yang memiliki rencana bekerja di Korea. Platform ini bisa diakses lewat web di https://kelas.koreanfirst.net atau melalui PlayStore dengan nama aplikasi Kelas Korea,” ungkap Gus Yaqut, sapaan akrabnya.
Gus Yaqut menjelaskan, pihaknya menggandeng SPPI karena organisasi ini memiliki anggota 11 ribu lebih yang tersebar di seluruh dunia, termasuk di Korea yang sebagian besar anak buah kapal (ABK).
Ketua SPPI Ilyas Pangestu, menambahkan, ABK memang salah satu kelompok pekerja migran yang rentan terhadap eksploitasi, bahkan human trafficking.
Lihat Juga :