Sosiolog UIN Sebut Daya Tahan Orang Kota Lebih Kuat Dibanding Orang Desa

Senin, 24 Januari 2022 - 09:21 WIB
Dinamika-dinamika kecil pada masyarakat kota besar seperti Jakarta disebutnya gampang memberikan stimulus kepada pelaku sehingga berdampak terhadap kebahagiaannya. “Misalnya, ada musibah banjir di suatu kelurahan di Jakarta atau misalnya aksi kriminalitas di suatu tempat, maka dengan cepat informasi itu akan mengganggu sistem kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, Tantan menilai, kebijakan pembatasan yang dilakukan pemerintah selama pandemi ikut berdampak terhadap kebahagiaan masyarakat. Adanya pembatasan sosial justru membuat masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan. Tentu saja itu berdampak terhadap kebahagiaan mereka.

Baca juga: Orang Indonesia Tetap Bahagia Meski Hidup Sulit, Bagaimana dengan Warga Jakarta?

“Pengetatan PPKM, PSBB, dan lain-lain itu lebih banyak tersorot di lingkungan Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur sehingga pengetatan ini juga menyebabkan orang terganggu kebahagiaannya,” ungkapnya.

Kendati demikian, Tantan berpandangan, masyarakat perkotaan secara umum jauh lebih kuat bertahan ketimbang yang tinggal di perdesaan. Masyarakat kota sejak lama, bahkan mungkin sejak lahir, sudah terdidik menjadi pribadi yang kompetitif. Mereka biasa berkompetisi dalam kehidupannya sehingga cenderung memiliki strategi cara bertahan, mencari peluang, dan cara keluar dari setiap krisis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!