Mantan Kepala BNN: Nia dan Ardie Harusnya Direhabilitasi, Bukan Penjara

Kamis, 13 Januari 2022 - 13:08 WIB
Vonis 1 tahun penjara Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie terkait kasus penyalahgunaan narkoba dinilai tidak tepat. Keduanya seharusnya direhabilitasi, buka dipenjara. Foto/SINDOphoto/Sutikno
JAKARTA - Vonis 1 tahun penjara Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie terkait kasus penyalahgunaan narkoba dinilai tidak tepat. Keduanya seharusnya direhabilitasi, buka dipenjara.

“Kalau dihukum ada UU Narkotika itu ya kan perlu dipahami oleh semuanya, termasuk hakim-hakim seluruh Indonesia. Bahwa hukuman bagi terdakwa yang terbukti sebagai penyalahgunaan, itu hukumannya rehabilitasi, bukan penjara. Itu (kata ) UU narkotika,” kata mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen (pur) Anang Iskandar, Kamis (13/1/2022). Baca juga: Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Disebut Bukan Pecandu Narkoba, Begini Kata Psikolog Forensik



Dalam putusannya hakim menjabarkan Ardi dan Nia bukan korban penyalahgunaan narkoba dalam arti orang yang dibujuk, dirayu, diperdaya mempergunakan narkoba. “Nia itu bukan golongan korban, tapi penyalahgunaan dalam keadaan ketergantungan. Itu hukumannya rehabilitasi,” jelasnya.

Mantan Kabareskrim Polri ini menambahkan, seharusnya semua hakim perlu belajar mengenai UU dan hukum narkotika terlebih dahulu. Menurutnya, dalam kasus ini hakim tidak berpedoman pada tujuan UU Narkotika dan menyengsarakan masarakat. “Kalau saya ketua MA, saya tatar hakim-hakim seluruh indonesia agar memahami ruh UU Narkotika,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!