DPR Sebut Banyak RS Teriak Kekurangan APD

Kamis, 23 April 2020 - 11:48 WIB
Usaha pembuatan APD. Foto/Dok SINDOnews
JAKARTA - Lambannya pemerintah dalam melakukan pengadaan dan mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis ke Rumah Sakit (RS) disesalkan oleh Wakil Ketua IX DPR RI Anshory Siregar. Hal tersebut terlihat dari terlalu banyak rapat yang digelar hanya untuk mengevaluasi pengadaan dan distribusi APD.

"Bagaimana mungkin akan maksimal melakukan penanganan terhadap pasien Covid-19 jika tenaga medis tidak dilindungi dengan aman dan baik. Saat ini banyak RS mengeluh kekurangan APD, sehingga pada akhirnya menggunakan perlengkapan yang ala kadarnya saat menghadapi pasien," ujar Anshory Siregar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/4/2020).



Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan kronologi berlarut-larutnya rapat pembahasan APD, terlebih masalah terjadi karena kebijakan pemerintah yang dinilai tidak terencana dan responsif. Tercatat Komisi IX telah berulang kali rapat dengan pemerintah membahas APD, di antaranya pada tanggal 14 Maret rapat bersama Menteri Kesehatan dan Gugus Tugas Covid-19.

Kemudian, pada tanggal 2 April rapat antara Gugus Tugas, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kementerian lain yang terkait. Rapat tanggal 8 dan 14 April 2020 dengan beberapa Dirjen di lingkungan Kemenkes. Terakhir rapat hari tanggal 21 April 2020. (Baca juga: Kebutuhan APD untuk Tenaga Medis Mencapai 15 Juta Buah ).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!