Ketum PBNU Menangis Tersedu-sedu di Pusara KH Bisri Musthofa
Rabu, 29 Desember 2021 - 17:08 WIB
Tak lama, tangis Gus Yahya memecah keheningan. Sembari sesenggukan, alumnus santri Madrasah Al Munawwir Krapyak itu berusaha membacakan doa khusus yang nampak jelas ditujukan kepada almarhum mendiang kakeknya. Secara sayup-sayup hanya terdengar "Allahumma", yang terhalang dengan suara isak tangis Gus Yahya. Kakak dari Menteri Agama RI, Gus Yaqut Cholil Qoumas ini sambil terisak terbata-bata memanjatkan doa.
Baca juga: Wapres Bersyukur Muktamar NU Berakhir Damai
Lokasi makam KH Bisri Musthofa yang terletak di Jalan Taman Bahagia No.12, Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah itu terlihat sepi peziarah.
Kiai Bisri Musthofa merupakan ulama besar NU yang dikenal aktif menulis kitab Islam klasik dan juga orator yang ulung. Selain sosok yang kharismatik, Kiai Bisri juga merupakan anggota konstituante perwakilan NU di 1955 dan aktif sebagai Dewan Syuro DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kiai Bisri, yang dikenal sebagai penyusun Kitab Tafsir Al Ibris, wafat pada 16 Februari 1977 di usia 63 tahun. Saat itu, Indonesia sedang menyongsong masa transisi rezim menuju Orde Baru.
Baca juga: Wapres Bersyukur Muktamar NU Berakhir Damai
Lokasi makam KH Bisri Musthofa yang terletak di Jalan Taman Bahagia No.12, Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah itu terlihat sepi peziarah.
Kiai Bisri Musthofa merupakan ulama besar NU yang dikenal aktif menulis kitab Islam klasik dan juga orator yang ulung. Selain sosok yang kharismatik, Kiai Bisri juga merupakan anggota konstituante perwakilan NU di 1955 dan aktif sebagai Dewan Syuro DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kiai Bisri, yang dikenal sebagai penyusun Kitab Tafsir Al Ibris, wafat pada 16 Februari 1977 di usia 63 tahun. Saat itu, Indonesia sedang menyongsong masa transisi rezim menuju Orde Baru.
(cip)
Lihat Juga :