KH Said Beberkan Kemajuan PBNU di Bawah Kepemimpinannya

Jum'at, 24 Desember 2021 - 00:09 WIB
”PBNU juga sudah menyewa lembaga auditor indepen untuk mengaudit Laporan Keuangan PBNU. Laporan keuangan PBNU setiap tahun berdasarkan auditor Independen terkait Laporan Penerimaan dan Pengeluaran PBNU selama periode 2015-2021," ucapnya.

Baca juga: KH Said Aqil Jamin Tidak Ada Pesantren NU Disusupi Paham Radikal

Pada 2015, saldo NU mencapai Rp1.698.939.065. dengan penerimaan sebesar Rp19.350.256.694. Sedangkan pengeluaran sebesar Rp19.427.631.464. Sedangkan, pada 2016 saldo keuangan NU sebesar Rp1.621.564.295. dengan penerimaan senilai Rp15.622.017.500. Sedangkan pengeluaran sejumlah Rp15.317.470.566.

Sementara pada 2017 saldo keuangan NU sebesar Rp1.926.111.229 dengan penerimaan Rp17.265.799.723. Sedangkan pengeluaran senilai Rp13.557.714.869.

Selanjutnya pada 2018, saldo keuangan NU sebesar Rp5,634, 196,083 dengan penerimaan senilai Rp12.780.689.985. Sedangkan pengeluaran sebesar Rp13.846.845.202. Pada 2019, saldo keuangan NU sebesar Rp4,568,040,865 dengan penerimaan senilai Rp36.227.946.061. Sedangkan pengeluaran sebesar Rp34.256.914.575
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!