Gawat, Positivity Rate Pelaku Pejalan Laut dan Darat Lebih Tinggi Dibandingkan Udara
Senin, 20 Desember 2021 - 18:29 WIB
Oleh karena itu, Budi mengatakan Kemenkes dibantu TNI dan Polri juga Kemendagri akan memperkuat surveilans dan karantina. “Oleh karena itu kami dengan bantuan TNI, Polri dan Kemendagri akan memperkuat proses surveilans dan juga karantina di pintu masuk-pintu masuk laut dan darat.”
“Apa yang kita lakukan? Selain dengan tes WGS, kita juga sudah menggunakan tes PCR dengan SGTF (S gene target failure) yang bisa lebih cepat mendeteksi,” kata Budi. Baca juga: Menkes: 3 Kasus Varian Omicron di Indonesia dari Imported Case
“Karena tes PCR dengan SGTF berfungsi sebagai titer maka terjadi tidak 100% seperti WGS tapi kemungkinan besar bisa mendeteksi Omicron dalam waktu 4 sampai 6 jam saja. Sedangkan WGS membutuhkan hanya sampai 5 hari,” tambahnya.
“Apa yang kita lakukan? Selain dengan tes WGS, kita juga sudah menggunakan tes PCR dengan SGTF (S gene target failure) yang bisa lebih cepat mendeteksi,” kata Budi. Baca juga: Menkes: 3 Kasus Varian Omicron di Indonesia dari Imported Case
“Karena tes PCR dengan SGTF berfungsi sebagai titer maka terjadi tidak 100% seperti WGS tapi kemungkinan besar bisa mendeteksi Omicron dalam waktu 4 sampai 6 jam saja. Sedangkan WGS membutuhkan hanya sampai 5 hari,” tambahnya.
(kri)
Lihat Juga :