Ada Temuan Omicron, BNPB Instruksikan Pintu Masuk Udara, Laut dan, Darat Diperketat
Kamis, 16 Desember 2021 - 15:12 WIB
Baca juga: Omicron Masuk RI, Wakil Ketua DPR: Segera Cegah Penyebarannya
Terkait temuan kasus pertama Covid-19 di salah satu tenaga kebersihan Wisma Atlet Jakarta, Suharyanto mengaku langsung melakukan penanggulangan. "Semua tower dilaksanakan pengetatan. Semua di Wisma Atlet dilaksanakan tes PCR. Di tower 7 yang kosong digunakan untuk karantina terpusat untuk PMI. Di Rusun Nagrak juga disiapkan 3.500 tempat tidur untuk WNI," kata Suharyanto.
Setelah pengumuman Menkes yang menyebutkan varian baru Covid-19 Omicron sudah masuk ke Indonesia maka pihaknya semakin memperketat proses karantina untuk pelaku perjalanan dari luar negeri. "Surat Edaran Nomor 25 diperketat dari 10 negara Afrika dan 1 negara Hongkong dilaksanakan karantina 14 hari, kalau di luar negara itu 10 hari. Karantina itu harus swab PCR negatif baik sebelum berangkat dan sesudah kembali. Karantina terpusat ada di Wisma Atlet Kemayoran, Pademangan, Pasar Rumput dan Nagrak," ucapnya. Carlos Roy Fajarta
Terkait temuan kasus pertama Covid-19 di salah satu tenaga kebersihan Wisma Atlet Jakarta, Suharyanto mengaku langsung melakukan penanggulangan. "Semua tower dilaksanakan pengetatan. Semua di Wisma Atlet dilaksanakan tes PCR. Di tower 7 yang kosong digunakan untuk karantina terpusat untuk PMI. Di Rusun Nagrak juga disiapkan 3.500 tempat tidur untuk WNI," kata Suharyanto.
Setelah pengumuman Menkes yang menyebutkan varian baru Covid-19 Omicron sudah masuk ke Indonesia maka pihaknya semakin memperketat proses karantina untuk pelaku perjalanan dari luar negeri. "Surat Edaran Nomor 25 diperketat dari 10 negara Afrika dan 1 negara Hongkong dilaksanakan karantina 14 hari, kalau di luar negara itu 10 hari. Karantina itu harus swab PCR negatif baik sebelum berangkat dan sesudah kembali. Karantina terpusat ada di Wisma Atlet Kemayoran, Pademangan, Pasar Rumput dan Nagrak," ucapnya. Carlos Roy Fajarta
(cip)
Lihat Juga :