Gerindra Dinilai Butuh Tokoh Selain Prabowo di Pemilu 2024
Senin, 08 Juni 2020 - 15:13 WIB
Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Foto/SINDOnews
Partai Gerindra kembali sepakat mengangkat kembali Prabowo Subianto menjadi ketua umum (ketum) periode mendatang. Berlanjutnya kepemimpinan Prabowo dinilai bisa menjadi sinyal bahaya untuk masa depan Partai Gerindra.
Pengamat politik Ubedillah Badrun mengungkapkan ada dua faktor terpilih kembalinya mantan Danjen Kopassus itu. Pertama, Gerindra belum menjadi partai modern karena masih tergantung figur Prabowo.“Partai modern juga dicirikan dengan bekerjanya sistem kaderisasi yang baik. Itu ditunjukan dengan mudahnya sirkulasi pergantian petinggi partai,” ujar Ubedillah saat dihubungi SINDOnews, Senin (8/6/2020).
Sirkulasi petinggi partai itu akan terjadi jika tokoh-tokoh baru bermunculan secara sistematis. Menurut Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu, Gerindra belum sampai pada posisi itu.“Kedua, karena terlalu kuatnya pengaruh Prabowo pada kelahiran dan bergeraknya struktur Partai Gerindra. Ini sebenarnya berbahaya bagi masa depan Gerindra,” tandasnya. (Baca juga: Bakal Pimpin Gerindra Lagi, Prabowo Diprediksi Kembali Nyapres )
Figur Prabowo di internal dinilai tidak menjamin berpengaruh pada kenaikan elektabilitas Gerindra pada Pemilu tahun 2024 nanti. Elektabilitas itu dipengaruhi citra elite partai di hadapan publik.
Pengamat politik Ubedillah Badrun mengungkapkan ada dua faktor terpilih kembalinya mantan Danjen Kopassus itu. Pertama, Gerindra belum menjadi partai modern karena masih tergantung figur Prabowo.“Partai modern juga dicirikan dengan bekerjanya sistem kaderisasi yang baik. Itu ditunjukan dengan mudahnya sirkulasi pergantian petinggi partai,” ujar Ubedillah saat dihubungi SINDOnews, Senin (8/6/2020).
Sirkulasi petinggi partai itu akan terjadi jika tokoh-tokoh baru bermunculan secara sistematis. Menurut Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu, Gerindra belum sampai pada posisi itu.“Kedua, karena terlalu kuatnya pengaruh Prabowo pada kelahiran dan bergeraknya struktur Partai Gerindra. Ini sebenarnya berbahaya bagi masa depan Gerindra,” tandasnya. (Baca juga: Bakal Pimpin Gerindra Lagi, Prabowo Diprediksi Kembali Nyapres )
Figur Prabowo di internal dinilai tidak menjamin berpengaruh pada kenaikan elektabilitas Gerindra pada Pemilu tahun 2024 nanti. Elektabilitas itu dipengaruhi citra elite partai di hadapan publik.
Lihat Juga :