Ganjar Bentuk Satgas Jogo Tonggo Gerakkan Solidaritas Masyarakat Desa
Rabu, 22 April 2020 - 22:49 WIB
Gerakan ini mancakup dua hal, yakni jaring pengaman sosial dan keamanan yang meliputi sosialisasi, pendataan, dan pemantauan warga serta jaring pengaman ekonomi, yang terdiri dua hal. Pertama memastikan tidak ada satupun warga yang kelaparan selama wabah Covid-19. Kedua, mengusahakan kegiatan ekonomi warga berjalan dengan baik pascawabah Covid-19.
Sebelumnya, narasi gotong royong sudah digerakkan ke seluruh desa di Jawa Tengah. Kali ini, Ia canangkan kembali dengan nama Jogo Tonggo disertai instruksi dan koordinasi yang lebih tegas. Penyiapan aturan ini diperkuat dengan masukan dari BNPB dan para pakar.
Menurutnya, gerakan tersebut penting karena Ia melihat kemungkinan besarnya angka pengangguran dan langkanya bahan makanan pascaCovid-19. Maka, pemerintah harus bergerak sampai ke level paling bawah.
Pihaknya, meminta setiap desa harus memastikan kebutuhan pangan tercukupi dengan memulai menanam dan beternak sejak sekarang. Lumbung pangan juga harus mulai diadakan di setiap desa bahkan RW.
“Sekarang mulai menanam dari sayur-mayur hingga apotek hidup di tiap pekarangan. Desa atau RW yang belum punya ikan mulai menebar benih, yang belum punya telur dan daging mulai beternak ayam atau kambing. Dipetakan potensinya, kalau setiap desa punya produk, mereka juga bisa barter antar desa terdekat. Beras barter ikan, sayur barter telur misalnya. Jadi mau kondisi seperti apa, setidaknya kebutuhan dasar tercukupi,” jelas orang nomor satu di Jateng ini.
Sebelumnya, narasi gotong royong sudah digerakkan ke seluruh desa di Jawa Tengah. Kali ini, Ia canangkan kembali dengan nama Jogo Tonggo disertai instruksi dan koordinasi yang lebih tegas. Penyiapan aturan ini diperkuat dengan masukan dari BNPB dan para pakar.
Menurutnya, gerakan tersebut penting karena Ia melihat kemungkinan besarnya angka pengangguran dan langkanya bahan makanan pascaCovid-19. Maka, pemerintah harus bergerak sampai ke level paling bawah.
Pihaknya, meminta setiap desa harus memastikan kebutuhan pangan tercukupi dengan memulai menanam dan beternak sejak sekarang. Lumbung pangan juga harus mulai diadakan di setiap desa bahkan RW.
“Sekarang mulai menanam dari sayur-mayur hingga apotek hidup di tiap pekarangan. Desa atau RW yang belum punya ikan mulai menebar benih, yang belum punya telur dan daging mulai beternak ayam atau kambing. Dipetakan potensinya, kalau setiap desa punya produk, mereka juga bisa barter antar desa terdekat. Beras barter ikan, sayur barter telur misalnya. Jadi mau kondisi seperti apa, setidaknya kebutuhan dasar tercukupi,” jelas orang nomor satu di Jateng ini.
Lihat Juga :