Potensi Banjir Rob di Pesisir Meningkat, Begini Penjelasan BMKG

Rabu, 08 Desember 2021 - 15:07 WIB
Selain itu, lanjut dia, cuaca ekstrem ini diperparah dengan terdeteksinya adanya pola sirkulasi siklonik dan seruakan dingin yang aktif di Laut Cina Selatan yang memberikan dampak signifikan pada peningkatan tinggi gelombang bisa mencapai 4 - 6 meter di wilayah Perairan Natuna.

“Selain itu, kondisi kecepatan angin signifikan berkisar 25 hingga 30 knot/km itu dikalikan 1,8 sehingga berkisar antara 40-an ya, 40 km per jam hingga berkisar antara 50-an km per jam,” kata Dwikorita.

Kondisi tersebut, ujar dia, menyebabkan gelombang tinggi hingga mencapai 4 sampai 6 meter serta kecepatan angin yang signifikan terpantau di Samudra Pasifik Timur Filipina juga memberikan dampak terhadap peningkatan tinggi gelombang di wilayah utara Indonesia bagian Timur. “Jadi tinggi gelombang yang mencapai 4 hingga 6 meter terutama di wilayah utara Indonesia bagian timur. Misalnya di Utara Papua, baik Utara Papua, maupun Papua Barat,” katanya.

Dwikorita mengatakan hal ini terjadi selain kondisi cuaca tadi terkait dengan gelombang dan angin, juga bersamaan dengan fase bulan baru dan kondisi Parigi yaitu kondisi dimana posisi bulan itu berada pada jarak terdekat dengan planet Bumi. “Sehingga, gravitasi bulan terhadap permukaan air di samudra, di laut menjadi semakin meningkat yang berpotensi menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian air laut yaitu pasang air laut maksimum yang dapat berpotensi besar mengakibatkan banjir pesisir atau rob,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!