Terserempet Peluru Saat Tugas di Timor Timur, Jenderal Dudung: Cuma Panas Aja

Selasa, 30 November 2021 - 14:49 WIB
Pengalaman Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman dalam dunia kemiliteran tak bisa diragukan lagi. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pengalaman Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman dalam dunia kemiliteran tak bisa diragukan lagi. Salah satu contohnya, ketika dia bersama Yonif 744/Satya Yudha Bakti menumpas Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) Timor Timur pada 1988 silam.

Keberadaan jenderal bintang empat itu di wilayah yang sekarang bernama Timor Leste itu cukup lama, sekira 7 tahun. Di sana, dia terpilih menjadi sebagai Danton (Komandan Pleton). Baca juga: KSAD Dudung: Kalau Sudah Jadi Prajurit Itu Milik Negara, Bukan Keluarga Lagi



"Saya pertama kali lulus Letnan Dua tahun 1988, di Timor Timur 7 tahun. GPK. Perang kerjanya, tembak-tembakan masa tidur. Jadi di (Yonif) 744 begini misalnya seorang perwira bawa satu pleton, saya selalu bawa tim khusus. Tim khusus itu dipilih orang-orang yang bagus," ujar Dudung dalam Podcast Deddy Corbuzier, Selasa (30/11/2021).

Dudung mengaku sama sekali tak takut dengan kematian ketika sudah berada di medan tempur. Menurutnya, baik perwira atau prajurit memiliki potensi gugur yang sama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!