Pendekatan Non-Tempur di Papua, Warisan Marsekal Hadi untuk Jenderal Andika

Senin, 22 November 2021 - 21:35 WIB
Sejak menjabat panglima TNI pada Desember 2017, konflik Papua yang dijadikan Hadi sebagai prioritasnya belum juga bisa selesai. Alih-alih bisa diredam, konflik-konflik bersenjata di Papua justru sering terjadi. Terakhir, pada Sabtu (20/11/2021) lalu terjadi penembakan oleh Kelompok Separatis Teroris (KST) di Distrik Suru-Suru, Kabupaten Yahukimo. Seorang prajurit TNI tewas dalam kejadian ini.

Meskipun demikian, Andika tetap mempertahankan strategi non-tempur di Papua kendati menggunakan cara pendekatan yang berbeda dengan Hadi. Hal itu disampaikan Andika dalam fit and proper test di Komisi I DPR RI pada 6 November lalu.

“Gebrakan baru ini cukup bagus. Pendekatan humanis bisa saja aparat intelijen mendekati semua kelompok-kelompok, tidak asal main tangkap. Ini cukup bagus pendekatannya,” kata Anggota Komisi I DPR RI Hasbi Ansory, dikutip dari laman resmi dpr.go.id.

Papua secara resmi dimasukkan ke Indonesia pada 1969 setelah pemungutan suara yang disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsaa (PBB). Sejak itu, pemberontakan tingkat rendah membara di wilayah kaya mineral itu. Dalam perjalanannya, Papua dibagi menjadi dua provinsi yaitu Papua dan Papua Barat untuk mempercepat proses pembangunan.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!