Pendekatan Non-Tempur di Papua, Warisan Marsekal Hadi untuk Jenderal Andika

Senin, 22 November 2021 - 21:35 WIB
loading...
Pendekatan Non-Tempur...
Jenderal Andika Perkasa melanjutkan pendekatan non-tempur Marsekal Hadi Tjahjanto dalam menangani masalah Papua. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Jenderal Andika Perkasa resmi menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto . Seusai dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara pada Rabu (17/11/2021), salah satu janji Andika adalah melanjutkan tugas-tugas Hadi.

Salah satu tugas berat bagi panglima TNI yang diwariskan Hadi adalah menangani konflik Papua . Hadi memilih strategi operasi non-tempur dalam menghadapi gerakan separatis di Papua. Operasi non-tempur bisa dilakukan dengan merebut hati rakyat Papua agar tidak melakukan hal-hal yang dapat mengancam kedaulatan negara.

"Operasi non-tempur ini bisa dilakukan dengan kegiatan bakti sosial, kegiatan kesehatan, penyuluhan pertanian dan lainnya. Namun demikian, TNI tetap menyiapkan operasi kinetik (operasi tempur), bila diperlukan," kata Hadi pada 2019 silam.

Baca juga: PR Jenderal Andika Perkasa: Sejahterakan Prajurit hingga Bantu Tangani Covid-19

Sejak menjabat panglima TNI pada Desember 2017, konflik Papua yang dijadikan Hadi sebagai prioritasnya belum juga bisa selesai. Alih-alih bisa diredam, konflik-konflik bersenjata di Papua justru sering terjadi. Terakhir, pada Sabtu (20/11/2021) lalu terjadi penembakan oleh Kelompok Separatis Teroris (KST) di Distrik Suru-Suru, Kabupaten Yahukimo. Seorang prajurit TNI tewas dalam kejadian ini.

Meskipun demikian, Andika tetap mempertahankan strategi non-tempur di Papua kendati menggunakan cara pendekatan yang berbeda dengan Hadi. Hal itu disampaikan Andika dalam fit and proper test di Komisi I DPR RI pada 6 November lalu.

“Gebrakan baru ini cukup bagus. Pendekatan humanis bisa saja aparat intelijen mendekati semua kelompok-kelompok, tidak asal main tangkap. Ini cukup bagus pendekatannya,” kata Anggota Komisi I DPR RI Hasbi Ansory, dikutip dari laman resmi dpr.go.id.

Papua secara resmi dimasukkan ke Indonesia pada 1969 setelah pemungutan suara yang disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsaa (PBB). Sejak itu, pemberontakan tingkat rendah membara di wilayah kaya mineral itu. Dalam perjalanannya, Papua dibagi menjadi dua provinsi yaitu Papua dan Papua Barat untuk mempercepat proses pembangunan.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Profil Brigjen Muhammad...
Profil Brigjen Muhammad Nas, Ahli Intelijen yang Diangkat Jadi Kapuspen TNI
Panglima TNI Berangkatkan...
Panglima TNI Berangkatkan Satgas TNI Konga UNIFIL TA 2026 ke Lebanon Selatan
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Rekomendasi
Kenapa Sering Sakit...
Kenapa Sering Sakit Padahal Sudah Makan Sehat? Ini Penjelasan dr. Gia Pratama
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Berita Terkini
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved