Opsi Maju-Mundur Muktamar NU, Pengamat: Yang Siap Duluan Ingin Dipercepat
Minggu, 21 November 2021 - 17:43 WIB
Pengamat politik dari Universitas Brawijaya Anang Sujoko berpendapat bahwa tarik ulur soal waktu pelaksanaan muktamar NU berkaitan dengan persiapan dan kesiapan, baik panitia maupun kontestan.
Bila tidak ada soal dengan persiapan panitia, maka yang harus dilihat adalah bagaimana persiapan calon-calon yang akan bertarung. ” Logikanya, siapa yang siap duluan ingin dipercepat,” ujar Anang kepada SINDOnews, Minggu (21/11/2021).
Menurut Anang, dilihat dari sosok dan karakter dua nama yang mencuat, yaitu KH Said Aqil Siradj KH Yahya Cholil Staquf, muktamar NU kali ini hanya menawarkan perbedaan kecil.
Menurut dia, bila Said Aqil kembali memimpin, memang tidak akan menawarkan suasana berbeda di NU. Sebaliknya, jika Yahya Staquf yang menang, ada kemungkinan sedikit dinamika di NU.
”Kalau dari informasi yang saya tangkap, bagaimana sikap Pak Yahya Staquf itu relatif memunculkan dinamika, menawarkan keterbukaan, dan daya kritis. Ada sedikitlah dari beliaunya. Akan tetapi, apakah kemudian beliau akan kuat menahan kepentingan di sekitarnya,” ujarnya.
Bila tidak ada soal dengan persiapan panitia, maka yang harus dilihat adalah bagaimana persiapan calon-calon yang akan bertarung. ” Logikanya, siapa yang siap duluan ingin dipercepat,” ujar Anang kepada SINDOnews, Minggu (21/11/2021).
Menurut Anang, dilihat dari sosok dan karakter dua nama yang mencuat, yaitu KH Said Aqil Siradj KH Yahya Cholil Staquf, muktamar NU kali ini hanya menawarkan perbedaan kecil.
Menurut dia, bila Said Aqil kembali memimpin, memang tidak akan menawarkan suasana berbeda di NU. Sebaliknya, jika Yahya Staquf yang menang, ada kemungkinan sedikit dinamika di NU.
”Kalau dari informasi yang saya tangkap, bagaimana sikap Pak Yahya Staquf itu relatif memunculkan dinamika, menawarkan keterbukaan, dan daya kritis. Ada sedikitlah dari beliaunya. Akan tetapi, apakah kemudian beliau akan kuat menahan kepentingan di sekitarnya,” ujarnya.
Lihat Juga :