Kisah Jenderal Darah Biru Penumpas PKI Diabadikan Dudung Jadi Nama Gedung di Kodam Jaya

Minggu, 21 November 2021 - 05:30 WIB
Kariernya di militer bermula ketika dia memutuskan ikut menempuh pendidikan Pembela Tanah Air (Peta). Seusai Revolusi Nasional Indonesia, Umar bertugas di Angkatan Darat dan ditugaskan di Kodam III/Siliwangi. Baca juga: Beri Ucapan Selamat Andika dan Dudung, Iwan Fals: Yang Blangsak Tabokin Aja

Namanya melejit setelah terlibat pertempuran memberangus PKI pimpinan Muso di Madiun, Jawa Timur pada 1948. Ketika Muso mendeklarasikan Republik Soviet Indonesia, Kolonel Gatot Subroto dari Kodam III Siliwangi ditugasi untuk menumpas gerakan itu.

Kapten Umar Wirahadikusumah yang bertindak sebagai komandan batalyon turut dikerahkan ke Madiun. Kala itu, Divisi III Siliwangi benar-benar diandalkan mengingat Kodam Diponegoro dan Brawijaya diduga kuat telah disusupi orang-orang PKI.Tak mengherankan dengan reputasi mentereng ini kelak Divisi III Siliwangi yang dikerahkan ke Sulawesi Selatan untuk menumpas pemberontakan Kahar Muzakkar.

Pasukan Gatot Subroto dan Umar Wirahadikusumah dengan cepat memadamkan pengkhianatan Muso. Umar selanjutnya bertugas untuk membersihkan sisa-sisa komunis di kota itu dan sekitarnya.

Karier militer Umar terus melesat. Selain operasi menumpas PKI di Madiun, dia juga terlibat perburuan gerakan Pemerintahan Revolosioner Republik Indonesia (PRRI). Dia ditunjuk sebagai komandan Resimen Team Pertempuran (RTP) 01/Siliwangi yang bertugas 6 bulan di Sumatera.

”Tugas utama Umar sebagai Komandan RTP 01/Siliwangi yaitu menumpas gerakan bersenjata PRRI yang diproklamasikan pada Januari 1958,” kata Herry Gendut Janarto dalam buku ‘Karlinah Umar Wirahadikusumah: Bukan Sekadar Istri Prajurit’.

Dalam pelaksanaan operasi, kata Hery, Umar membawahi beberapa batalion Kujang yang dipimpin perwira menengah. Batalion 309 dipimpin Kapten Sajidiman Surjohadiprojo dan Batalion 330/Kujang I dikomandani Mayor Supomo. Pada 1947 Umar tercatat sebagai ajudan Pangdam Siliwangi Abdul Haris Nasution.

Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan menjawab tantangan situasi, pada 1959 Angkatan Darat melakukan reorganisasi besar-besaran. Berdasarkan Surat Keputusan KSAD Nomor 952/10/1959 tertanggal 24 Oktober diadakan pembagian wilayah Indonesia ke dalam Komando Distrik Militer (kodam).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!