Hangat-hangat Kuku Muktamar Ke-34 NU
Jum'at, 19 November 2021 - 17:54 WIB
Namun Ketua PBNU Saifullah Yusuf sebaliknya melontarkan wacana tandingan untuk justru memajukan jadwal muktamar. Sama seperti Helmy, Gus Ipul pun mengklaim banyak yang meminta agar muktamar digelar sebelum PPKM level 3 diterapkan. "Mayoritas menghendaki muktamar dipercepat. Idealnya dipercepat seminggu dari jadwal," kata Gus Ipul, Kamis (18/11/2021).
Dia menyayangkan pernyataan Helmy Faishal karena yang dianggapnya terburu-buru membuat kesimpulan. Memajukan muktamar sangat mungkin dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek protokol kesehatan."Mempercepat juga sejalan imbauan pemerintah. Dipercepat dengan prokes ketat, jumlah peserta dikurang online diperbanyak. Panitia pada dasarnya sudah siap,” kata mantan wakil gubernur Jawa Timur itu.
Gus Ipul menilai Helmy terlalu terburu-buru menyatakan muktamar ditunda. Padahal penundaan muktamar bisa berdampak pada banyak hal bahkan berpotensi membuat komplikasi. ”Menunda itu punya banyak implikasi. Menunda bisa jadi menyebabkan komplikasi yang luar biasa, menambah banyak masalah karena suasana PBNU saat ini sudah tidak kondusif,” ujarnya.
Baca juga: Pilih Said Aqil atau Yahya Staquf? Ini Kata Yenny Wahid
Meminta Netral
Itu baru soal waktu pelaksanaan muktamar. Dinamika pada pencalonan ketua umum pun mulai naik tensinya. Tak ada angin tak ada hujan, Said Aqil tiba-tiba membuat pernyataan meminta pemerintah netral di Muktamar NU.
Bagi dia, NU punya gaya tersendiri dalam pemilihan ketua umum di forum muktamar. Kendati tidak mengungkap indikasinya, Said Aqil mengatakan ketidaknetralan pemerintah pada muktamar NU bisa merugikan kedua belah pihak. Pihak istana sendiri telah merespons pernyataan Said Aqil tersebut.
Dia menyayangkan pernyataan Helmy Faishal karena yang dianggapnya terburu-buru membuat kesimpulan. Memajukan muktamar sangat mungkin dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek protokol kesehatan."Mempercepat juga sejalan imbauan pemerintah. Dipercepat dengan prokes ketat, jumlah peserta dikurang online diperbanyak. Panitia pada dasarnya sudah siap,” kata mantan wakil gubernur Jawa Timur itu.
Gus Ipul menilai Helmy terlalu terburu-buru menyatakan muktamar ditunda. Padahal penundaan muktamar bisa berdampak pada banyak hal bahkan berpotensi membuat komplikasi. ”Menunda itu punya banyak implikasi. Menunda bisa jadi menyebabkan komplikasi yang luar biasa, menambah banyak masalah karena suasana PBNU saat ini sudah tidak kondusif,” ujarnya.
Baca juga: Pilih Said Aqil atau Yahya Staquf? Ini Kata Yenny Wahid
Meminta Netral
Itu baru soal waktu pelaksanaan muktamar. Dinamika pada pencalonan ketua umum pun mulai naik tensinya. Tak ada angin tak ada hujan, Said Aqil tiba-tiba membuat pernyataan meminta pemerintah netral di Muktamar NU.
Bagi dia, NU punya gaya tersendiri dalam pemilihan ketua umum di forum muktamar. Kendati tidak mengungkap indikasinya, Said Aqil mengatakan ketidaknetralan pemerintah pada muktamar NU bisa merugikan kedua belah pihak. Pihak istana sendiri telah merespons pernyataan Said Aqil tersebut.
Lihat Juga :