Di Masa Transisi, Sambut Tahun Ajaran Baru dari Rumah
Sabtu, 06 Juni 2020 - 07:30 WIB
Hamid mengatakan, keputusan untuk tidak memundurkan tahun ajaran baru karena adanya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). "Kita tidak bisa dengan mudah mengundurkan, karena sudah ada pengumuman kelulusan SMA dan SMP, jika di mundurkan kasihan pada mereka yang sudah lulus. Di perguruan tinggi juga sudah ada seleksi SNMPTN dan juga SBMPTN, ini juga harus disinkronkan,"ungkapnya.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan untuk membuka kegiatan belajar secara langsung pada Desember 2020. Usalan ini berdasarkan dari kondisi yang masih terus bertambahnya jumlah kasus covid-19. Pelonggaran Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang memungkinkan terjadinya lonjakan kedua.
"Sudah ada keputusannya untuk tidak membuka kegiatan sekolah sampai dengan akhir tahun. Karena melihat masih ada penambahan kasus di sejumlah daerah dan juga mempertimbangkan kondisi anak-anak yang cenderung aktif," jelas anggota Satuan Tugas Covid-19 IDAI, Anggraini Alam. (Baca juga: Gugus Tugas Umumkan 9 Sektor Ekonomi Ini Kembali Dibuka)
Pembukaan sekolah bisa dipertimbangkan jika jumlah kasus Covid-19 di Indonesia turun. Selama sekolah masih ditutup IDAI pun menganjurkan agar kegiatan belajar mengajar dilaksanakan lewat sekema PJJ.
Hal ini berdasarkan masih tingginya kasus penularan virus corona pada anak-anak di Indonesia. "Sampai saat ini saja total kasus anak-anak yang terpapar covid-19 mencapai 5% dari total kasus yang dilaporkan kepemerintah,"jelas Anggraini.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan untuk membuka kegiatan belajar secara langsung pada Desember 2020. Usalan ini berdasarkan dari kondisi yang masih terus bertambahnya jumlah kasus covid-19. Pelonggaran Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang memungkinkan terjadinya lonjakan kedua.
"Sudah ada keputusannya untuk tidak membuka kegiatan sekolah sampai dengan akhir tahun. Karena melihat masih ada penambahan kasus di sejumlah daerah dan juga mempertimbangkan kondisi anak-anak yang cenderung aktif," jelas anggota Satuan Tugas Covid-19 IDAI, Anggraini Alam. (Baca juga: Gugus Tugas Umumkan 9 Sektor Ekonomi Ini Kembali Dibuka)
Pembukaan sekolah bisa dipertimbangkan jika jumlah kasus Covid-19 di Indonesia turun. Selama sekolah masih ditutup IDAI pun menganjurkan agar kegiatan belajar mengajar dilaksanakan lewat sekema PJJ.
Hal ini berdasarkan masih tingginya kasus penularan virus corona pada anak-anak di Indonesia. "Sampai saat ini saja total kasus anak-anak yang terpapar covid-19 mencapai 5% dari total kasus yang dilaporkan kepemerintah,"jelas Anggraini.
Lihat Juga :