Demokrat: Pernyataan Syahrial Soal JK sebagai Ketum PBNU Tak Mewakili Partai

Selasa, 16 November 2021 - 15:57 WIB
"Partai Demokrat menghormati Khittah NU 1926 Nahdlatul Ulama sebagai salah satu pilar kekuatan Islam moderat terbesar di Indonesia, memiliki independensi dan kemandirian yang harus dihormati," tegas Herzaky Mahendra Putra.

NU adalah jam'iyah yang dilindungi oleh karomah para Wali. Karena itu, oleh sebab itu kata Herzaky Mahendra Putra tidak elok jika ada pihak-pihak yang masih mencoba memperkeruh suasana.

"Partai Demokrat, baik sebagai organisasi maupun kader-kadernya secara individu, memiliki hubungan baik dengan NU," jelasnya.

"Baik ketika salah satu kader terbaik Partai Demokrat, Bapak SBY, mengemban amanah sebagai Presiden Republik Indonesia ke-6, maupun ketika saat ini Partai Demokrat berada di luar pemerintahan dan dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono," tambahnya.

Herzaky mengungkapkan, banyak dari kader Demokrat sendiri yang merupakan warga NU.

"Sekali lagi, Partai Demokrat sangat menghargai kemandirian dan kebebasan setiap organisasi dalam menentukan dan memilih siapa ketua umumnya, termasuk NU, karena setiap organisasi memiliki cara dan aturannya masing-masing," kata Herzaky.

Ia berharap, penjelasan ini bisa menetralisir seluruh informasi dan wacana yang tidak tepat konteksnya. Agar kesalahpahaman tidak terus berlanjut dan hubungan Partai Demokrat dengan Nahdhatul Ulama yang selama ini terjalin baik, tetap terpelihara baik pada masa-masa mendatang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!