BPIP Resmikan Perpustakaan dan Klinik Pancasila Jajaran Pemasyarakatan Se-Aceh

Minggu, 14 November 2021 - 19:08 WIB
Selama di Lapas/Rutan hendaknya saling gotong royong, kalau ada yang sering dibesuk atau dikunjungi keluarga mereka saling membagi yang tidak pernah atau jarang dikunjungi. Hidup saling membantu dan saling meringankan, memanfaatkan waktu dengan kegiatan ketrampilan, berinovasi karya dan itulah wujud kegiatan Klinik Pancasila.

Di sisi lain Yudian juga menceritakan keberhasilan orang orang Aceh, antara lain tokoh guru besar yang dijadikan nama gedung Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yakni gedung Prof. Dr. Tgk. M. Hasbi Ash Shiddieqy, nama Gedung Pascasarjana Prof. Dr. H. Nourouzzaman Shiddiqi, M.A., juga yang ikut turun aktif menggagas Ide rumusan Pancasila disusun oleh asli orang Aceh yakni Dr. Mr. H. Muhammad Hasan.

Acara yang digelar langsung dan daring ini, hadir Plt. Sestama BPIP Karjono, Deputi Hubungan Kerjasama, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan Prakoso, Staf khusus Dewan Pengarah Benny Susetyo, Kepala Divisi Pemasyarakatan, unsur Forkominda Aceh Barat dan para Kepala UPT Jajaran Pemasyarakatan Se-Aceh. Usai penandatanganan prasasti, Yudian dan rombongan sempat masuk meninjau langsung Lapas Meulaboh. Mereka tampak terenyuh saat para warga binaan menyambut di dalam aula masjid dengan lantunan lagu religius.

Pada kesempatan yang sama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh, Meurah Budiman menjelaskan, ada 31 UPT Pemasyarakatan dan 3.600 Warga Binaan di Bumi Teuku Umar. Mayoritas perkara narkoba yakni ganja dan sabu-sabu.

"Lapas Meulaboh bagus, dari security dan bangunan, pasca tsunami. Bagai Bintang Kejora dalam penanganan kasus narkoba. Secara umum, Lapas/Rutan se-Aceh sangat kondusif," ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!