Usmar Ismail, Bapak Perfilman Indonesia dengan Deretan Karya Apik
Rabu, 10 November 2021 - 17:42 WIB
Film-film buatan Usmar Ismail mengajak dan menawarkan nilai-nilai nasionalisme. Sebut saja film Darah dan Doa (1950), Enam Jam di Jogja (1961), Kafedo (1953), Lewat Djam Malam (1954), dan Pedjuang (1960).
Komite Festival Film Indonesia (FFI) mengusulkan diangkatnya Haji Usmar Ismail sebagai pahlawan nasional atas jasanya di bidang perfilman. Dan, pada hari ini, Rabu, 10 November 2021, Usmar Ismail yang wafat di Jakarta pada 2 Januari 1971 ini resmi menjadi Pahlawan Nasional.
Sebelumnya, nama tokoh yang dimakamkan di Pemakaman Karet, Jakarta ini diabadikan sebagai pusat perfilman Jakarta, yakni Pusat Perfilman H. Usmar Ismail yang terletak di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Komite Festival Film Indonesia (FFI) mengusulkan diangkatnya Haji Usmar Ismail sebagai pahlawan nasional atas jasanya di bidang perfilman. Dan, pada hari ini, Rabu, 10 November 2021, Usmar Ismail yang wafat di Jakarta pada 2 Januari 1971 ini resmi menjadi Pahlawan Nasional.
Sebelumnya, nama tokoh yang dimakamkan di Pemakaman Karet, Jakarta ini diabadikan sebagai pusat perfilman Jakarta, yakni Pusat Perfilman H. Usmar Ismail yang terletak di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
(zik)
Lihat Juga :