Menteri LHK Sebut Pembangunan Jokowi Tak Boleh Berhenti karena Deforestasi, Demokrat: Logika Berpikir Sesat
Kamis, 04 November 2021 - 10:50 WIB
Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Demokrat Irwan menilai bahwa pernyataan Siti Nurbaya itu sesat berpikir dan mempermalukan Indonesia di tengah komitmen dunia dalam menjaga bumi. Foto/dpr.go.id
JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menuai kontroversi baru dengan membuat pernyataan bahwa pembangunan besar-besaran era Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak boleh berhenti atas nama emisi karbon atau deforestasi . Partai Demokrat menilai logika berpikir Menteri Siti sesat.
Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Demokrat Irwan menilai bahwa pernyataan Siti Nurbaya itu sesat berpikir, logikanya rusak sehingga pernyataan itu harus dicabut karena mempermalukan Indonesia di tengah komitmen dunia dalam menjaga bumi. Baca juga: Siti Nurbaya: Pembangunan Besar-besaran Jokowi Tak Boleh Berhenti Atas Nama Deforestasi
"Pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait pembangunan besar-besaran era Jokowi tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon atau atas nama deforestasi itu sebuah kesesatan berpikir," ujar pria yang akrab disapa Irwan Fecho kepada wartawan, Kamis (4/11/2021).
"Logikanya rusak kalau sudah seperti itu. Bu Menteri harus cabut pernyataannya. Malu kita di tengah komitmen dunia menjaga bumi dan fokus masyarakat dunia bicara Environmental Ethics," tukasnya.
Doktor Ilmu Kehutanan Universitas Mulawarman ini menjelaskan komitmen dunia melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau Conference of the Parties (COP) ke-26 di Glasgow, Skotlandia untuk menghentikan penggundulan hutan (deforestasi) dan kerusakan lahan pada 2030 harusnya disambut baik Pemerintah Indonesia.
"Sehingga sebelum 2030 sudah bisa moratorium segala izin usaha pemanfaatan hasil hutan, izin pinjam pakai juga perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan," jelas Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat ini.
Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Demokrat Irwan menilai bahwa pernyataan Siti Nurbaya itu sesat berpikir, logikanya rusak sehingga pernyataan itu harus dicabut karena mempermalukan Indonesia di tengah komitmen dunia dalam menjaga bumi. Baca juga: Siti Nurbaya: Pembangunan Besar-besaran Jokowi Tak Boleh Berhenti Atas Nama Deforestasi
"Pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait pembangunan besar-besaran era Jokowi tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon atau atas nama deforestasi itu sebuah kesesatan berpikir," ujar pria yang akrab disapa Irwan Fecho kepada wartawan, Kamis (4/11/2021).
"Logikanya rusak kalau sudah seperti itu. Bu Menteri harus cabut pernyataannya. Malu kita di tengah komitmen dunia menjaga bumi dan fokus masyarakat dunia bicara Environmental Ethics," tukasnya.
Doktor Ilmu Kehutanan Universitas Mulawarman ini menjelaskan komitmen dunia melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau Conference of the Parties (COP) ke-26 di Glasgow, Skotlandia untuk menghentikan penggundulan hutan (deforestasi) dan kerusakan lahan pada 2030 harusnya disambut baik Pemerintah Indonesia.
"Sehingga sebelum 2030 sudah bisa moratorium segala izin usaha pemanfaatan hasil hutan, izin pinjam pakai juga perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan," jelas Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat ini.
Lihat Juga :