Panglima TNI: Masyarakat Tak Boleh Lengah karena Rendahnya Kasus Covid-19

Kamis, 04 November 2021 - 00:38 WIB
Lonjakan kasus tersebut, sambung dia, terjadi lantaran adanya relaksasi kegiatan tanpa diikuti protokol kesehatan yang ketat. Akibat dari hal itu, lonjakan kasus masih terjadi walaupun vaksinasi sudah digencarkan.

"Yang menjadi kesamaan di antara negara tersebut bahwa relaksasi kegiatan sosial yang telah diterapkan ternyata tidak diikuti dengan protokol kesehatan yang ketat. Banyak masyarakatnya yang tidak lagi menggunakan masker ataupun menjaga jarak,” ungkapnya.

Dia pun kemudian membandingkan dengan Inggris. Menurut dia, meskipun mereka mengalami lonjakan kasus, ternyata angka kematian maupun angka kasus kritis tidak setinggi kondisi saat awal tahun 2021 lalu. "Tingginya capaian vaksinasi, ternyata dapat menekan angka kematian dan jumlah pasien yang berada pada kondisi kritis,” ujarnya.

Di sisi lain, dia menyampaikan bahwa data lain yang harus dicermati yaitu tracing kontak erat. Menurut dia, rasio tersebut di Indonesia terus mengalami peningkatan. “Tentunya hal ini berkat kerja keras seluruh satgas di setiap provinsi, kabupaten, maupun kota dan kerja keras dari para Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga serta Bhabinkamtibmas,” imbuhnya.

Meski mengalami peningkatan, namun prosentase kontak erat yang melaksanakan entry test masih rendah, baru sekitar 6 persen. Dia mengungkapkan tujuan dari tracing kontak erat adalah memutus rantai penularan. “Entry test dibutuhkan untuk memastikan bahwa kontak erat yang tertular mendapatkan penanganan yang tepat dan tidak menularkan kepada orang-orang terdekatnya,” ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!