KSAL Laksamana Yudo Margono Wakili Panglima TNI Buka Gebyar Karya Pertiwi
Senin, 01 November 2021 - 18:19 WIB
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono mewakili Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membuka Gebyar Karya Pertiwi (GKP) 2021. Foto/Puspen TNI
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mewakili Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membuka Gebyar Karya Pertiwi (GKP) 2021 di Museum Satria Mandala, Pusjarah TNI, Jalan Gatot Soebroto 14, Jakarta Selatan, Senin (1/11/2021).
”GKP merupakan perwujudan semangat Dharma Pertiwi untuk tetap berkarya memperkenalkan dan melestarikan keanekaragaman seni dan budaya nusantara,” kata Yudo membacakan amanat Panglima TNI.
Menurut dia, tujuan diselenggarakan acara ini agar terus menumbuh kembangkan rasa cinta Tanah Air, khususnya bagi generasi muda, yang selaras dengan nilai-nilai luhur bangsa dan negara Indonesia. Menurut Panglima TNI, di tengah berbagai dampak yang diakibatkan dari kondisi pandemi, pemerintah telah mencanangkan program untuk membangkitkan perekonomian masyarakat.
“Salah satu upayanya adalah dengan mengembangkan kreatifitas serta produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” ujarnya.Baca juga: Daftar Panglima TNI di Era Reformasi: dari Widodo AS hingga Hadi Tjahjanto
Panglima TNI berharap, museum Dharma Pertiwi, tidak hanya memberikan penghormatan terhadap pengabdian Dharma Pertiwi, tetapi juga melestarikan nilai-nilai perjuangan dan pengorbanannya serta menjadi wahana edukasi, rekreasi dan inspirasi bagi masyarakat luas pada umumnya dan keluarga besar TNI khususnya.
"Saya berharap, museum ini selanjutnya dikelola dengan profesional, tidak hanya sekadar meletakkan berbagai barang di dalam lemari kaca, Pengelolaan yang baik akan menumbuhkan rasa ingin tahu, ketertarikan untuk berkunjung, serta keinginan untuk mengetahui dan mempelajari lebih mendalam, sehingga tujuan dari museum dapat tercapai," katanya.Baca juga: Kisah KSAD Pertama, Jenderal TNI Djatikusumo yang Rela Pangkat dan Jabatannya Diturunkan
”GKP merupakan perwujudan semangat Dharma Pertiwi untuk tetap berkarya memperkenalkan dan melestarikan keanekaragaman seni dan budaya nusantara,” kata Yudo membacakan amanat Panglima TNI.
Menurut dia, tujuan diselenggarakan acara ini agar terus menumbuh kembangkan rasa cinta Tanah Air, khususnya bagi generasi muda, yang selaras dengan nilai-nilai luhur bangsa dan negara Indonesia. Menurut Panglima TNI, di tengah berbagai dampak yang diakibatkan dari kondisi pandemi, pemerintah telah mencanangkan program untuk membangkitkan perekonomian masyarakat.
“Salah satu upayanya adalah dengan mengembangkan kreatifitas serta produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” ujarnya.Baca juga: Daftar Panglima TNI di Era Reformasi: dari Widodo AS hingga Hadi Tjahjanto
Panglima TNI berharap, museum Dharma Pertiwi, tidak hanya memberikan penghormatan terhadap pengabdian Dharma Pertiwi, tetapi juga melestarikan nilai-nilai perjuangan dan pengorbanannya serta menjadi wahana edukasi, rekreasi dan inspirasi bagi masyarakat luas pada umumnya dan keluarga besar TNI khususnya.
"Saya berharap, museum ini selanjutnya dikelola dengan profesional, tidak hanya sekadar meletakkan berbagai barang di dalam lemari kaca, Pengelolaan yang baik akan menumbuhkan rasa ingin tahu, ketertarikan untuk berkunjung, serta keinginan untuk mengetahui dan mempelajari lebih mendalam, sehingga tujuan dari museum dapat tercapai," katanya.Baca juga: Kisah KSAD Pertama, Jenderal TNI Djatikusumo yang Rela Pangkat dan Jabatannya Diturunkan
Lihat Juga :