Pemuda Indonesia Harus Bersatu Melawan Radikalisme dan Terorisme

Minggu, 31 Oktober 2021 - 22:52 WIB
Septiaji mengatakan, hal yang menjadi kekahawatirannya sebagai aktivis adalah tantangan kemajuan teknologi meski banyak memberikan manfaatnya tapi juga menyimpan efek negatif. Alih-alih menjadi bangsa yang produktif, jebakan era digital justru menjadikan para pemuda terpenjara dan kecanduan kepada hal-hal yang kontraproduktif.

Menurut Septiaji, dibutuhkan empat pilar yang perlu dimiliki oleh para pemuda di era digital saat ini. "Yang pertama, keahlian atau kecakapan. Kedua, budaya digital yang baik dan etika digital, lalu yang terakhir adalah keamanan digital. Empat pilar tersebut yang bisa melindungi, memperkuat dan memperkaya wawasan para pemuda untuk memastikan agar mereka tidak menjadi korban manipulasi informasi, hoaks, konten provokatif yang tidak beretika," katanya.

Lanjutnya, di samping 4 pilar tadi, ia juga menyinggung mengenai kepekaan pemuda akan toleransi. Menurutnya, toleransi menjadi sangat penting agar para penerus bangsa dari negeri yang kaya akan keberagaman ini tidak boleh gagap toleransi.

Baca juga: Peringati Sumpah Pemuda, Ratusan Anak Muda Papua Dilatih Jadi Pengusaha Startup



"Indonesia ini kan budayanya beragam. Jadi, ketika kita bertemu dengan sesuatu yang berbeda itu jangan kemudian mudah menghakimi, jangan mudah berkomentar negatif jangan mudah megajak orang untuk membenci. Jangan jadi gagap toleransi," katanya.

Dengan bekal tersebut diharapkan para pemuda tidak cukup hanya memiliki toleransi tetapi juga bisa mengambil bagian dengan menjaga dan melindungi toleransi untuk mengikis akar masalah dari radikalisme dan terorisme.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!