Pelatihan Anjing Pelacak hingga Pelepasan Hewan Endemik, Ini Sinergi Bea Cukai dengan Instansi Lainnya
Sabtu, 30 Oktober 2021 - 10:35 WIB
Tak berhenti di sana, kegiatan menarik lainnya yang dilakukan Bea Cukai untuk memperkuat sinergi dengan instansi lain ialah turut serta melepaskan satwa endemik khas Papua. Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Tipe B Sorong mengikuti kegiatan pelepasan puluhan burung endemik khas Papua yang masuk dalam satwa dilindungi untuk dilepaskan ke alam liar.
"Indonesia merupakan negara yang memiliki kawasan hutan terbesar di dunia setelah hutan Amazon di Amerika Selatan, dengan kondisi tersebut, maka terdapat beberapa satwa khas Papua yang menjadi endemik serta memiliki ke-eksotisan dibanding jenis satwa di daerah lainnya," ujar Firman.
Satwa endemik khas Papua terdiri dari berbagai jenis burung, seperti Kakatua, Cendrawasih, Nuri Bayam, dan Mambruk Victoria (Goura Victoria). Satwa khas Papua ini mulai langka dan hampir mendekati punah keberadaannya di alam liar. Hal ini diakibatkan oleh beberapa faktor, mulai dari penangkapan dan perburuan liar, lingkungan ekosistem yang rusak, hingga perubahan iklim menjadi beberapa penyebab terancamnya populasi satwa tersebut.
Puluhan burung endemik khas Papua yang di lepas ke alam liar terdiri dari beberapa jenis, yakni kakatua koki 30 ekor, nuri bayan 2 ekor, mambruk 3 ekor, dan nuri kepala itam 2 ekor. Total jumlah satwa yang dilepaskan sebanyak 37 ekor yang berasal translokasi dari luar Papua, hasil pengamanan, dan patroli perlindungan satwa dalam beberapa bulan terakhir.
"Bea Cukai sebagai community protector terus berupaya melakukan pengawasan lalu lintas barang dalam rangka melindungi kepentingan masyarakat salah satunya bekerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya untuk mencegah terjadinya penyelundupan satwa endemik ke luar wilayah Papua dan Papua barat," pungkasnya. CM
"Indonesia merupakan negara yang memiliki kawasan hutan terbesar di dunia setelah hutan Amazon di Amerika Selatan, dengan kondisi tersebut, maka terdapat beberapa satwa khas Papua yang menjadi endemik serta memiliki ke-eksotisan dibanding jenis satwa di daerah lainnya," ujar Firman.
Satwa endemik khas Papua terdiri dari berbagai jenis burung, seperti Kakatua, Cendrawasih, Nuri Bayam, dan Mambruk Victoria (Goura Victoria). Satwa khas Papua ini mulai langka dan hampir mendekati punah keberadaannya di alam liar. Hal ini diakibatkan oleh beberapa faktor, mulai dari penangkapan dan perburuan liar, lingkungan ekosistem yang rusak, hingga perubahan iklim menjadi beberapa penyebab terancamnya populasi satwa tersebut.
Puluhan burung endemik khas Papua yang di lepas ke alam liar terdiri dari beberapa jenis, yakni kakatua koki 30 ekor, nuri bayan 2 ekor, mambruk 3 ekor, dan nuri kepala itam 2 ekor. Total jumlah satwa yang dilepaskan sebanyak 37 ekor yang berasal translokasi dari luar Papua, hasil pengamanan, dan patroli perlindungan satwa dalam beberapa bulan terakhir.
"Bea Cukai sebagai community protector terus berupaya melakukan pengawasan lalu lintas barang dalam rangka melindungi kepentingan masyarakat salah satunya bekerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya untuk mencegah terjadinya penyelundupan satwa endemik ke luar wilayah Papua dan Papua barat," pungkasnya. CM
(ars)
Lihat Juga :