Peringatan Hari Santri Nasional, PKB : Santri Masa Depan Negeri
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 14:27 WIB
Alumni Pesantren Cipasung ini mengaku heran dengan sebagian kalangan yang masih meragukan kontribusi dan Khidmah pesantren untuk Indonesia. Dia menegaskan meskipun para santri dan kiai identik dengan sarung sebagai bentuk kesederhanaan, namun kualitas mental pemikiran mereka tidak kalah dengan produk lembaga pendidikan asing. “Kreativitas santri itu sempat dipertanyakan oleh sejumlah kalangan. Mereka mempertanykan apa output dan outcome dari pendidikan ala pesantren. Bagi kami ini pertanyaan lucu dan tidak usah kita tanggapi. Cukup kita buktikan dengan peran yang lebih besar bagi bangsa dan negara saat ini dan masa depan,” katanya. (Baca Juga :Hari Santri Nasional, Wapres Harap Pesantren Cetak Pendakwah Go Digital)
Dalam kesempatan itu, Cucun mengucapkan terimakasih kepada pemerintah atas perhatiannya kepada dunia pesantren. Harus diakui perhatian negara selama 5-7 tahun terakhir begitu luar biasa. Negara saat ini telah mengakui eksistensi dari santri. Mulai dari penetapan adanya Hari Santri, penetapan Undang-Undang Nomor 18/2019 tentang Pesantren, hingga yang terbaru terbitnya Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 82/2021 tentang Dana Abadi Pesantren. "Di sisi lain kita juga memiliki pendanaan pesantren dari kemandirian pesantren. Jadi kita akan terus mengawal para lebah-lebah PKB yang ada di Lembaga Legistalif akan terus meyakinkan Ibu Menteri Keuangan dan meyakinkan Menteri Bappenas, bagaimana negara perlu hadir di tengah-tengah komunitas pesantren yang kiprahnya begitu banyak," katanya.
Upacara Peringatan HSN di Pesantren Sa’adatuddaroin, Desa Desa Solokanjeruk Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung Jawa Barat ini memang berlangsung meriah. Sebanyak 1.000 kiai, santri, dan masyarakat ikut kirab bersama sebelum melaksanakan upacara bendera. Selain kirab dan upacara bendera, peringatan HSN di Pesantren Sa’adatuddaroin juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni Islam dan Pesantren Expo yang menjadi kesempatan bagi para santri menunjukkan karya-karya mereka. Semua rangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional ini dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.
Dalam kesempatan itu, Cucun mengucapkan terimakasih kepada pemerintah atas perhatiannya kepada dunia pesantren. Harus diakui perhatian negara selama 5-7 tahun terakhir begitu luar biasa. Negara saat ini telah mengakui eksistensi dari santri. Mulai dari penetapan adanya Hari Santri, penetapan Undang-Undang Nomor 18/2019 tentang Pesantren, hingga yang terbaru terbitnya Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 82/2021 tentang Dana Abadi Pesantren. "Di sisi lain kita juga memiliki pendanaan pesantren dari kemandirian pesantren. Jadi kita akan terus mengawal para lebah-lebah PKB yang ada di Lembaga Legistalif akan terus meyakinkan Ibu Menteri Keuangan dan meyakinkan Menteri Bappenas, bagaimana negara perlu hadir di tengah-tengah komunitas pesantren yang kiprahnya begitu banyak," katanya.
Upacara Peringatan HSN di Pesantren Sa’adatuddaroin, Desa Desa Solokanjeruk Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung Jawa Barat ini memang berlangsung meriah. Sebanyak 1.000 kiai, santri, dan masyarakat ikut kirab bersama sebelum melaksanakan upacara bendera. Selain kirab dan upacara bendera, peringatan HSN di Pesantren Sa’adatuddaroin juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni Islam dan Pesantren Expo yang menjadi kesempatan bagi para santri menunjukkan karya-karya mereka. Semua rangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional ini dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.
(war)
Lihat Juga :