Konjen RI Jeddah: Sinovac dan Sinopharm Diakui tapi Tak Dipakai Arab Saudi
Kamis, 21 Oktober 2021 - 12:34 WIB
"Jadi empat yang dipakai dan enam yang diakui. Karena Sinovac dan Sinopharm WHO mengakui jadi Saudi pun mengakui. Tapi, tidak dipakai. Nah sampai nanti ada kesepakatan, sampai ada aturan mengenai booster mengenai vaksin ini, maka jamaah asing belum bisa masuk," ujarnya.
Eko mengatakan, ketimbang pusing terkait jenis vaksin, dirinya lebih mementingkan cara agar sertifikat vaksin dapat terbaca oleh petugas Arab Saudi. Sebab, tanpa dibaca tidak bisa memasuki kawasan Arab Saudi.
Baca juga: Sinovac Siap Mendukung Indonesia Menjadi Pusat Vaksin di Kawasan
"Nah yang paling penting sekarang adalah bagaimana petugas Arab Saudi itu bisa membaca sertifikat vaksin kita. Nah ini yang belom bisa, kami sudah mencoba teman-teman di lapangan sudah mencoba untuk memastikan bahwa barcode yang kita punya di PeduliLindungi itu bisa dibaca oleh petugas Saudi. Nah sampai sekarang tidak bisa. Tanpa dibaca itu tidak mungkin jamaah bisa masuk Masjidil Haram itu aja," katanya.
Eko mengatakan, ketimbang pusing terkait jenis vaksin, dirinya lebih mementingkan cara agar sertifikat vaksin dapat terbaca oleh petugas Arab Saudi. Sebab, tanpa dibaca tidak bisa memasuki kawasan Arab Saudi.
Baca juga: Sinovac Siap Mendukung Indonesia Menjadi Pusat Vaksin di Kawasan
"Nah yang paling penting sekarang adalah bagaimana petugas Arab Saudi itu bisa membaca sertifikat vaksin kita. Nah ini yang belom bisa, kami sudah mencoba teman-teman di lapangan sudah mencoba untuk memastikan bahwa barcode yang kita punya di PeduliLindungi itu bisa dibaca oleh petugas Saudi. Nah sampai sekarang tidak bisa. Tanpa dibaca itu tidak mungkin jamaah bisa masuk Masjidil Haram itu aja," katanya.
(abd)
Lihat Juga :