Konjen RI Jeddah: Sinovac dan Sinopharm Diakui tapi Tak Dipakai Arab Saudi

Kamis, 21 Oktober 2021 - 12:34 WIB
loading...
Konjen RI Jeddah: Sinovac...
Konjen RI di Jeddah, Eko Hartono memastikan bahwa vaksin jenis Sinovac dan Sinopharm diakui. Namun, dua jenis vaksin tersebut tidak digunakan oleh Arab Saudi. FOTO/TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE Kemenkominfo TV
A A A
JAKARTA - Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Jeddah, Eko Hartono memastikan bahwa vaksin jenis Sinovac dan Sinopharm diakui. Namun, dua jenis vaksin tersebut tidak digunakan oleh Arab Saudi.

"Jadi Saudi sekarang menggunakan empat vaksin yaitu Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Jhonson & Jhonson. Setelah WHO mengakui dua vaksin lagi yaitu Sinovac dan Sinopharm, maka kemudian Arab Saudi juga mengakui keduanya sebagai vaksin yang diakui," kata Eko dalam dialog 'Kabar Umroh Untuk Indonesia' melalui Youtube Kemenkominfo TV, Kamis (21/10/2021).

"Tapi, tidak dipakai oleh Saudi. Nah ini harus dibedakan oleh kita semua bahwa antara yang dipakai dengan yang diakui supaya gak bingung kita," katanya.

Baca juga: Calon Jemaah Umrah Pengguna Vaksin Sinovac Siap-siap Disuntik Dosis 3

Eko membeberkan hingga saat ini empat jenis vaksin yang digunakan dan enam yang diakui Arab Saudi. Kemudian, hingga saat ini belum ada aturan terkait booster sehingga jamaah asing belum bisa masuk.

"Jadi empat yang dipakai dan enam yang diakui. Karena Sinovac dan Sinopharm WHO mengakui jadi Saudi pun mengakui. Tapi, tidak dipakai. Nah sampai nanti ada kesepakatan, sampai ada aturan mengenai booster mengenai vaksin ini, maka jamaah asing belum bisa masuk," ujarnya.

Eko mengatakan, ketimbang pusing terkait jenis vaksin, dirinya lebih mementingkan cara agar sertifikat vaksin dapat terbaca oleh petugas Arab Saudi. Sebab, tanpa dibaca tidak bisa memasuki kawasan Arab Saudi.

Baca juga: Sinovac Siap Mendukung Indonesia Menjadi Pusat Vaksin di Kawasan

"Nah yang paling penting sekarang adalah bagaimana petugas Arab Saudi itu bisa membaca sertifikat vaksin kita. Nah ini yang belom bisa, kami sudah mencoba teman-teman di lapangan sudah mencoba untuk memastikan bahwa barcode yang kita punya di PeduliLindungi itu bisa dibaca oleh petugas Saudi. Nah sampai sekarang tidak bisa. Tanpa dibaca itu tidak mungkin jamaah bisa masuk Masjidil Haram itu aja," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala BGN: Program...
Kepala BGN: Program MBG Akan Diberlakukan di Arab Saudi
3 WNI Ditangkap di Makkah,...
3 WNI Ditangkap di Makkah, Diduga Terlibat Penipuan-Penggelapan Layanan Haji
Minta Jemaah Tak Risau...
Minta Jemaah Tak Risau Soal Perang Timteng, Wamenhaj: Arab Saudi Jamin Haji Lancar
Arab Saudi Perketat...
Arab Saudi Perketat Kebijakan, Kemenhaj Minta Waspada Modus Haji Ilegal
Soal Kemungkinan Gabung...
Soal Kemungkinan Gabung AS Serang Iran, Dubes Arab Saudi: Akan Dibahas Khusus oleh Kerajaan
Kemenhaj: 25.922 Jemaah...
Kemenhaj: 25.922 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air di Tengah Konflik Timteng
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Rekomendasi
Wakili Kaum Muda, Joshua...
Wakili Kaum Muda, Joshua SEVENTEEN Akan Berpidato di Markas UNESCO Paris
Austria Taklukkan Yordania...
Austria Taklukkan Yordania 3-1, Debut Manis di Piala Dunia 2026
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Berita Terkini
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved