Presiden Butuh Sosok Panglima TNI Loyal untuk Muluskan Agenda Kenegaraan

Selasa, 12 Oktober 2021 - 07:13 WIB
Dia pun berharap agar presiden maupun DPR dapat melakukan penilaian secara objektif dalam pemilihan panglima TNI. “Presiden maupun DPR tidak terjebak pada bangunan citra dan reputasi yang disodorkan terutama di ruang-ruang digital, tanpa melihat realitas secara jernih dan obyektif,” ujarnya.

Baca juga: Ketika Wapres Sebut KSAL Yudo Margono Panglima TNI

Khairul pun menekankan tiga hal untuk menjadi pertimbangan dalam pemilihan pengganti Hadi Tjahjanto. Salah satunya adalah pentingnya menjaga kesetaraan posisi dan kesempatan bagi tiap matra. Termasuk dalam hal menjadi Panglima TNI.

“(Lalu) faktor usia. Seperti sering saya katakan, masa jabatan yang terlalu singkat akan berpotensi menimbulkan ketidakefektifan dalam pengelolaan organisasi,” tuturnya.

Selain itu juga memperhatikan bentuk-bentuk ancaman potensial. ”Maka kita punya kebutuhan membangun kekuatan pertahanan laut yang memadai dan interoperabilitas antar matra,” ujarnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!