Milad ke-76, GPII Tegaskan Kaderisasi Ujung Tombak Hadapi Era Industri 4.0

Sabtu, 09 Oktober 2021 - 19:42 WIB
Haerudin menegaskan, usia 76 tahun GPII ini hampir sama dengan usia Republik Indonesia selisih 2 bulan kurang jadi kontribusi bagi republik sudah lumayan yang paling fenomenal dan di kenang sejarah adalah Mosi Integral M. Natsir pendiri GPII yang saat itu menjadi Perdana Menteri yang menyatukan kembali NKRI dari federalisme. Selain itu ada juga mantan ketua umum GPII Burhanudin Harahap yang menjadi Perdana Menteri di awal kemerdekaan.

"Jadi kita bukan omong kosong atau berkhayal soal tagline GPII 'Takdir Kami Memimpin Negara' itu', tapi perlu di ingat pesan saya kepada ketua umum dan Sekjen GPII beserta jajarannya jika ingin tetap eksis peran sejarahnya dan ingin mewujudkan tagline nya tadi maka maka satu satunya jalan adalah perkuat dan fokus pada kaderisasi sebagai ujung tombak,” kata Haerudin.

Seperti di ketahui GPII didirikan pada 2 Oktober 1945 oleh beberapa tokoh pemuda antara lain mantan Perdana Menteri Indonesia M. Natsir, mantan Menteri Agama K.H.A. Wahid Hasjim, dan Putra HOS Tjokroaminoto Anwar Tjokroaminoto dengan dua tujuan ikut mempertahankan kemerdekaan dan mensyiarkan Islam sebagai sebuah nilai dalam kehidupan berbangsa.

Hadir juga dalam acara milad tersebut perwakilan Mabes Polri Brigjen Pol Arif Rahman, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ajbar Abdul Qadir, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Haerudin Amin, para mantan Ketua Umum GPII seperti Toha Al Mansur, Rahmat Kardi dan Karman BM dan ratusan kader GPII se-Jabodetabek.

Termasuk sejumlah perwakilan dari organisasi kepemudaan (OKP) seperti Ketua Umum Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim) Muhtadin Sabili, Ketua Umum Gema Mathla'ul Anwar, Ahmad Nawawi Arsyad, perwakilan DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Pelajar Islam Indonesia (PII).
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!