Sesuai Spirit Reformasi, Sebaiknya Pimpinan PBNU Cukup 2 Periode

Rabu, 06 Oktober 2021 - 18:15 WIB
Jika kondisinya seperti itu, dia menilai bisa dipahami dan dimaklumi. “Tetapi jika maju lagi atas kehendak sendiri atau kelompok, berarti beliau secara langsung atau tidak langsung menghambat kemajuan NU ke depan,” imbuhnya.

Dia pun menyarankan agar para calon ketum PBNU melakukan sowan atau ziarah ke para kiai atau sesepuh. “Bukan ke ketua umum partai. NU itu di atas semua partai, NU itu punya jarak yang sama dengan partai yang ada saat ini, termasuk juga dengan partai baru didirikan, bukan NU merasa lebih hebat,” katanya.

Sebab, kata dia, berdasarkan AD ART yang ada, warga NU diberikan kebebasan memilih apa yang menjadi kesukaannya. “Makanya enggak boleh digiring ke satu partai,” ucapnya.

Kemudian, dia kurang setuju jika calon ketum PBNU memiliki latar belakang partai politik. “Rasanya menjadi repot. NU itu kan berusaha menjauh dari partai politik, NU itu melayani bukan menguasai,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!