Parental Lock di TV Digital Mengunci Tayangan Tak Layak Anak

Sabtu, 02 Oktober 2021 - 08:00 WIB
Fitur parental lock dan EPG bisa membantu orang tua memilah-memilih tayangan. Artinya, hadirnya TV Digital dalam rumah-rumah benar-benar bisa ramah anak. Hardly mengatakan harapannya ada keragaman konten, semakin banyak program siaran, dan saluran yang ramah anak yang menghibur serta mengandung muatan edukatif.

“TV Digital, semakin jadi pilihan untuk aktivitas bersama keluarga. Semua manfaat tersebut diatas bisa dirasakan masyarakat bila beralih ke siaran TV Digital,” kata Hardly.

Proses peralihan dari siaran TV Analog ke siaran TV Digital sudah dimulai. Pada 2 November 2022, siaran TV Analog dihentikan untuk sepenuhnya beralih ke siaran TV Digital. Sekarang dengan adanya simulcast, masyarakat sudah bisa menikmati sajian di TV Digital yang bersih gambarnya, jernih suaranya, dan canggih teknologinya.

Bila pesawat televisi yang ada di rumah sudah tertanam teknologi penerima DVBT2 di dalamnya, otomatis menangkap siaran TV Digital. Tinggal lakukan pencarian ulang program. Bila belum otomatis menangkap, berarti televisi masih analog. Sekalipun TV-nya sudah layar datar belum tentu ada penerima DVBT2 di dalamnya. Artinya TV layar datar yang masih analog. Untuk TV analog, perlu tambahan Set Top Box (STB). STB harganya terjangkau dan mudah didapatkan di toko elektronik atau toko online di marketplace.

Hal penting lainnya yang perlu masyarakat ketahui, menonton siaran TV Digital itu gratis. Tidak perlu bayar iuran bulanan, karena bukan televisi kabel atau televisi satelit. TV Digital bukan pula streaming internet. TV Digital masih perlu antena, yaitu antena UHF atau antena lama yang sudah dipakai selama ini. Tidak perlu ganti antena. CM
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!