Di Tengah Ujian Pandemi, Pancasila Penggerak Bangsa Lewati Masa Sulit

Selasa, 02 Juni 2020 - 08:11 WIB
Puan mengatakan, 75 tahun lalu, tepatnya 1 Juni 1945, Bung Karno berpidato di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Di dalam pidato tersebut Bung Karno memperkenalkan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara Indonesia. "Itu mengapa 1 Juni dinyatakan sebagai Hari Lahir Pancasila. Bung Karno di dalam pidatonya 1 Juni 1945, menjelaskan intisari dari Pancasila adalah gotong-royong," tuturnya. (Baca juga: Politikus PKS: Masyarakat Butuh Teladan Hidup Pancasilais)

Politikus PDIP ini mengatakan, gotong-royong dijelaskan Soekarno sebagai suatu paham yang dinamis, lebih dinamis dari kekeluargaan. Gotong-royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan. “Gotong-royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama," urainya menirukan ucapan Bung Karno.

Pengejawantahan nilai-nilai Pancasila di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19 juga diingatkan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. Founding fathers Indonesia, menurut Agus, menyepakati Pancasila sebagai dasar falsafah dan ideologi bangsa. (Lihat Videonya: Lafalkan Panasila Bergantian, Tim Medis Rayakan Hari Lahir Pancasila)

Founding fathers, kata Agus, selain mengatur substansi nilai-nilai yang menyatukan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, juga secara sadar mencari kesepakatan untuk menemukan kaidah yang merespons ciri masyarakat Indonesia dengan komposisi mayoritas-minoritas serta kebinekaan. “Kita akan dapat mengatasi pandemi Covid-19 hanya apabila kita dapat mengejawantahkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,” kata Agus dalam video conference di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, kemarin. (Dita Angga/Binti Mufarida)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!