Rentan Kekerasan Selama Pandemi, Annisa Yudhoyono: Perempuan Harus Punya Daya Saing

Selasa, 28 September 2021 - 15:49 WIB
"Perempuan itu selalu mampu ya, keluar dari situasi-situasi yang paling pelik. Kita lihat pada masa-masa konflik dan kerusuhan. Perempuan itu seperti legenda burung Phoenix, selalu bisa hidup dari wreckage, bangkit dari abu kerusakan," papar Andy.

Psikolog Keluarga dan Praktisi Konseling Kesehatan Mental Ita D Azly mengungkapkan cara agar perempuan bisa menjadi tangguh. Menurutnya, perempuan harus membangun kesadaran diri (awareness) sebagai dasar untuk mengembangkan diri. "Kita perlu membangun kompetensi diri dan kemudian kompetensi sosial."

Di sisi lain, Praktisi Teknologi dan Green Economy Thilma Komaling mengingatkan semangat dan daya juang saja belum cukup. "Kita harus mampu memanfaatkan teknologi. Menghadapi era digital, perempuan harus bisa: bertahan, berubah dan belajar," tutur Thilma.

Senada dengan itu, CEO startup @kamiidea Istafiana Candarini berbagi resep bagi para perempuan. "Set goals dengan jelas, find your passion, kira-kira kita bisa melakukan apa, supaya kita bisa mencapai target dan tetap happy," pesan Istafiana. Baca juga: Jonathan Frizzy Sebut Dhena Devanka Lakukan KDRT, Pengacara: Korban Tak Harus Perempuan

Webinar Nasional ini dihadiri juga Ketua Persaudaraan Istri Anggota (PIA) Fraksi Partai Demokrat DPR RI Aliya Rajasa Yudhoyono, Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI Meilani Suharli dan ketua panitia Dr Susilawati.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!