Kisah Haru Orang Tua Gantikan Sang Anak yang Sudah Meninggal untuk Wisuda

Senin, 27 September 2021 - 08:06 WIB
Rohisoh mengungkapkan, putrinya sebelumnya memang mengalami kecelakaan motor namun karena tidak ada keluhan dari sang anak dan melakukan aktivitas seperti biasa, maka Rohisoh beserta suami tidak khawatir.

"Pernah jatuh dari motor tapi memang, dia tidak bilang kepada kami, semua berjalan seperti biasanya. Namun suka mengeluh sering pusing setelah merasakan pusing yang luar biasa, maka kami bawa ke rumah sakit," jelas Rohisoh.

Saat mewakili anaknya, Rohisoh dengan mengenakan baju toga putrinya dan didampingi suami terlihat tampak berusaha tegar menuju atas panggung. Suasana haru sempat tercipta di dalam ruangan, tepuk tangan apresiasi pun bergemuruh menemani langkah kaki kedua orang tua.

"Saya berterima kasih kepada rekan Sonya dan pihak Fakultas dan Universitas atas dukungannya kepada anak saya selama menimba ilmu. Saya juga meminta dibukakan pintu maaf jika selama ini ada salah kata dan perbuatan yang anak saya lakukan," harap Rohisoh di hadapan para wisudawan yang didampingi Rektor dan Dekan Fakultas.

"Untuk teman seperjuangannya, lanjutkan karya dan prestasi kalian, jadilah anak yang membanggakan bagi orang tua kalian," pesan Rohisoh di hadapan seluruh wisudawan dengan rasa haru yang tak tertahankan.

Dengan ketegaran seorang Ibu dan ayah juga rasa haru para wisudawan, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Wahyu Sulistiadi, memimpin doa yang ditujukan kepada almarhumah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!