Hari Tani Nasional 2021, SPKS Salurkan Bantuan untuk 1.600 Petani
Minggu, 26 September 2021 - 10:01 WIB
SPKS sebagai organisasi petani kelapa sawit yang berkomitmen untuk produksi bebas deforestasi dan anggota Pendekatan Stok Karbon Tinggi (HCSA), menerima dukungan dari yayasan yang berbasis di Inggris. Dukungan ini akan disalurkan SPKS kepada petani kecil yang mengelola lahan kurang dari 2 hektare atau petani kecil yang mendukung konservasi hutan dan prinsip bebas deforestasi di bawah HCSA. Baca juga: Hari Tani Nasional, Momentum Kebangkitan Petani Gambut
”Paket bantuan darurat tersebut berupa sembako berisi beras, gula, minyak goreng, telur dan mie instan, serta susu kaleng sebanyak 1.600 paket untuk dibagikan kepada 1.600 petani skala kecil. Selain sembako, sebanyak 7.500 masker kain dan lima tabung oksigen juga bagikan,” katanya.
Darto menyebut, lokasi pendistribusian tersebar di 13 kabupaten yaitu di Kecamatan Sanggau, Sekadau, Sintang, Paser, Kobar, Seruyan, Labura, Rokan Hulu, Kuansing, Siak, Pelalawan, dan Muba, yang merupakan lokasi anggota dari SPKS. “Dengan bantuan darurat ini, kami berharap para petani kelapa sawit kita dapat mempertahankan praktik berkelanjutan mereka sambil melestarikan hutan sebagai rumah sakit tradisional bagi masyarakat pedesaan,” tambah Darto.
Darto menambahkan, setiap segmen rantai pasokan merupakan hal yang sangat penting. ”Kita harus siap mendukung keberlanjutan seluruh rantai pasokan, terutama bagi petani kecil karena mereka tidak memiliki banyak hal untuk memulai; sebagian besar sumber daya mereka telah diambil dari mereka atau tidak tersedia lagi bagi mereka,” kata Penasihat Senior Keberlanjutan SPKS Aida Greenbury.
”Paket bantuan darurat tersebut berupa sembako berisi beras, gula, minyak goreng, telur dan mie instan, serta susu kaleng sebanyak 1.600 paket untuk dibagikan kepada 1.600 petani skala kecil. Selain sembako, sebanyak 7.500 masker kain dan lima tabung oksigen juga bagikan,” katanya.
Darto menyebut, lokasi pendistribusian tersebar di 13 kabupaten yaitu di Kecamatan Sanggau, Sekadau, Sintang, Paser, Kobar, Seruyan, Labura, Rokan Hulu, Kuansing, Siak, Pelalawan, dan Muba, yang merupakan lokasi anggota dari SPKS. “Dengan bantuan darurat ini, kami berharap para petani kelapa sawit kita dapat mempertahankan praktik berkelanjutan mereka sambil melestarikan hutan sebagai rumah sakit tradisional bagi masyarakat pedesaan,” tambah Darto.
Darto menambahkan, setiap segmen rantai pasokan merupakan hal yang sangat penting. ”Kita harus siap mendukung keberlanjutan seluruh rantai pasokan, terutama bagi petani kecil karena mereka tidak memiliki banyak hal untuk memulai; sebagian besar sumber daya mereka telah diambil dari mereka atau tidak tersedia lagi bagi mereka,” kata Penasihat Senior Keberlanjutan SPKS Aida Greenbury.
Lihat Juga :