KJRI New York dan BP2MI Gelar EBM di Delaware AS
Jum'at, 24 September 2021 - 09:55 WIB
Dalam welcoming remarks, Konjen RI New York Arifi Saiman menggarisbawahi bahwa pelaksanaan EBM merupakan forum untuk saling memanfaatkan peluang atas tingginya permintaan tenaga kerja, utamanya perawat/caregiver dan registered nurse di Timur AS. "Diharapkan pengiriman tenaga caregiver dapat menjadi langkah awal dalam upaya penempatan PMI registered nurse ke AS," katanya.
Dalam kesempatan itu sejumlah perwakilan dari Indonesia menyampaikan presentasi. Antara lain, Rahmad Gurusinga dari Universitas Medistra yang menyampaikan kualitas pendidikan keperawatan Indonesia dalam mempersiapkan PMI di bidang kesehatan. Kemudian Terenz dari PT Sukamulia Mandiri Agung yang menyampaikan pengalaman dalam menyalurkan PMI ke berbagai negara antara lain Jepang, Turki, dan Qatar. Sedangkan Rissa Asnan, Owner NSR Homecare Agency menyampaikan harapan agar caregiver dari Indonesia dapat bekerja secara legal di Delaware sekitarnya dalam waktu dekat.
Baca juga: Temui Mahfud MD, BP2MI Minta Sindikat Penempatan PMI Ilegal Diberantas
Acara dilanjutkan dengan diskusi singkat dan penandatanganan Letter of Intent antara BP2MI dan NSR Homecare, disaksikan oleh Konjen RI New York dan Senator Laura Sturgeon dari Delaware.
Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik BP2MI, Lasro Simbolon menyampaikan apresiasi kepada semua pihak dan berharap kerja sama yang telah terjalin bisa terlaksana pada 2022. Setidaknya bisa mengirimkan 5 PMI ke AS sebagai pembuka sesuai perjanjian yang telah ditandatangani.
Sehari setelahnya, BP2MI juga melakukan pertemuan virtual dengan Franklin Shaffer, President & CEO, Commission on Graduates of Foreign Nursing Schools (CGFNS). Menurutnya,CGFNS telah menerima dan mempelajari draft Letter of Intent (LoI) kerja sama dari BP2MI yang dikirimkan pada 3 Agustus 2021. CGFNS telah mempelajari draft LoI dan mengusulkan perlunya penyesuaian mendasar.
Dalam kesempatan itu sejumlah perwakilan dari Indonesia menyampaikan presentasi. Antara lain, Rahmad Gurusinga dari Universitas Medistra yang menyampaikan kualitas pendidikan keperawatan Indonesia dalam mempersiapkan PMI di bidang kesehatan. Kemudian Terenz dari PT Sukamulia Mandiri Agung yang menyampaikan pengalaman dalam menyalurkan PMI ke berbagai negara antara lain Jepang, Turki, dan Qatar. Sedangkan Rissa Asnan, Owner NSR Homecare Agency menyampaikan harapan agar caregiver dari Indonesia dapat bekerja secara legal di Delaware sekitarnya dalam waktu dekat.
Baca juga: Temui Mahfud MD, BP2MI Minta Sindikat Penempatan PMI Ilegal Diberantas
Acara dilanjutkan dengan diskusi singkat dan penandatanganan Letter of Intent antara BP2MI dan NSR Homecare, disaksikan oleh Konjen RI New York dan Senator Laura Sturgeon dari Delaware.
Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik BP2MI, Lasro Simbolon menyampaikan apresiasi kepada semua pihak dan berharap kerja sama yang telah terjalin bisa terlaksana pada 2022. Setidaknya bisa mengirimkan 5 PMI ke AS sebagai pembuka sesuai perjanjian yang telah ditandatangani.
Sehari setelahnya, BP2MI juga melakukan pertemuan virtual dengan Franklin Shaffer, President & CEO, Commission on Graduates of Foreign Nursing Schools (CGFNS). Menurutnya,CGFNS telah menerima dan mempelajari draft Letter of Intent (LoI) kerja sama dari BP2MI yang dikirimkan pada 3 Agustus 2021. CGFNS telah mempelajari draft LoI dan mengusulkan perlunya penyesuaian mendasar.
Lihat Juga :