Jangan Bangga Jadi Taman Bermain Industri Tembakau

Senin, 01 Juni 2020 - 10:06 WIB
Pengurus Komnas Pengendalian Tembakau, Nina Mutmainnah. Foto/Istimewa
Nina Mutmainnah

Dosen Ilmu Komunikasi UI, Pengurus Komnas Pengendalian Tembakau

ADA sebuah julukan tak sedap bagi Indonesia, yakni negeri ini disebut “tobacco industry’s playground” (taman bermain industri tembakau). Julukan ini sebenarnya sekadar memperkuat fakta bahwa Indonesia adalah negeri yang ramah pada industri tembakau.

Bagaimana tidak? Negeri ini terkenal dengan banyaknya perokok dan bebasnya pemasaran produk tembakau.

Merujuk data Riskesdas 2013, Kementerian Kesehatan (2019) menyatakan, prevalensi perokok laki-laki di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dan diprediksi lebih dari 97 juta penduduk Indonesia terpapar asap rokok.

Indonesia menjadi negara dengan jumlah perokok terbanyak ketiga di seluruh dunia. Data sangat menyedihkan terlihat pada perokok anak, Menurut data Riskesdas, dalam satu dekade terakhir terjadi peningkatan jumlah perokok pemula hingga 240% (dari 9,6% di 2007 menjadi 23,1% di 2018) di kalangan anak 10-14 tahun. Pada kelompok 15-19 tahun terjadi kenaikan 140%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!