Jadi Landasan Hukum, Asosiasi Biometrik Dorong RUU Perlindungan Data Pribadi
Senin, 20 September 2021 - 14:34 WIB
Pandangan ini sejalan dengan Ketua Asosiasi Industri Teknologi Biometrik Indonesia, Fega M. Syakrani. Secara khusus, Fega menyoroti adopsi teknologi bidang biometrik yang dapat membantu pemulihan ekonomi pasca pandemi. “Berbagai moda pengenalan biometrik seperti sidik jari, retina, atau wajah dapat menjadi solusi pendukung pemulihan ekonomi pascapandemi, khususnya untuk membantu distribusi vaksin, maupun mendukung aplikasi tracing dan tracking penyebaran Covid-19 bagi pengguna yang tidak memiliki aplikasi smartphone atau berada di wilayah dengan jaringan konektivitas rendah," tutup Fega.
Selain didukung oleh para pejabat pemerintah dan Diskusi, peluncuran Asosiasi ini juga dihadiri oleh anggota asosiasi yaitu PT. International Biometrics Indonesia, PT. Nodeflux Teknologi Indonesia, PT. Cakrawala Data Integrasi, PT. Aksata Pratama Teknologi, PT. Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk., PT. Solusinet Internusa, PT. Indonesia Digital Identity, dan Advance AI Indonesia.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menghadiriAsosiasi Industri Teknologi Biometrik Indonesia. Foto/SINDOnews
Selain didukung oleh para pejabat pemerintah dan Diskusi, peluncuran Asosiasi ini juga dihadiri oleh anggota asosiasi yaitu PT. International Biometrics Indonesia, PT. Nodeflux Teknologi Indonesia, PT. Cakrawala Data Integrasi, PT. Aksata Pratama Teknologi, PT. Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk., PT. Solusinet Internusa, PT. Indonesia Digital Identity, dan Advance AI Indonesia.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menghadiriAsosiasi Industri Teknologi Biometrik Indonesia. Foto/SINDOnews
(cip)
Lihat Juga :