Indonesia Akan Bangun Pusat Peluncuran Roket, Morotai dan Biak Jadi Pilihan Lokasi

Selasa, 14 September 2021 - 16:38 WIB
Laksana menjelaskan, Indonesia yang berada di dekat garis khatulistiwa menjadi lokasi strategis untuk peluncuran satelit karena memiliki gravitasi rendah. Secara regulasi, hal ini juga sesuai dengan amanat Undang-Undang No 21/2013 tentang Keantariksaan bahwa kegiatan peluncuran satelit itu memang dari Indonesia, dan sesuai Perpres No 49/2017 tentang Rencana Keantariksaan, mengamankan persiapan bandar antariksa skala kecil.

"Untuk persiapan pembangunan antariksa ini, telah dilakukan perencanaan dalam 3 tahap, yaitu tahap 5 tahun pertama, tahap 10 tahun dan tahap 25 tahun," paparnya.

Menurut Laksana, saat ini ada beberapa bandar antariksa di dunia, tapi hanya sedikit yang berada di daerah khatulistiwa. BRIN ingin mengejar keuntungan geografis dengan membangun badan antariksa sehingga bisa menjadi pusat peluncuran secara global bagi berbagai negara lain.

Secara umum, dia menjelaskan, ada beberapa persyaratan pemilihan lokasi bandar antariksa. Di antaranya, berada di daerah dekat khatulistiwa; menghadap ke laut bebas, sehingga ada ruang kosong menuju ke laut, dan sejauh mungkin dari wilayah yang memiliki populasi yang sangat padat. Drop zone tabung roket bisa jatuh di laut bebas; kondisi iklim dan cuaca yang mendukung untuk peluncuran.

Baca juga: Menristek: Bangun Bandara Antariksa dan Eksplorasi Angkasa Luar

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!