Teror ke Panitia Diskusi Pemberhentian Presiden Dinilai Pembunuhan Demokrasi
Sabtu, 30 Mei 2020 - 23:30 WIB
Intimidasi terhadap panitia penyelenggara, moderator dan narasumber diskusi yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum UGM terus memantik kecaman publik. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Intimidasi terhadap panitia penyelenggara, moderator dan narasumber diskusi yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) terus memantik kecaman publik. Salah satunya dari Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Fathul Wahid.
(Baca juga: Teror ke Panitia Diskusi di UGM, Demokrat Prihatin Demokrasi di Indonesia)
Fathul mengecam keras atas ancaman yang dilakukan oleh oknum terhadap rencana kegiatan diskusi tersebut. Menurutnya, tindakan itu bentuk upaya pembunuhan terhadap demokrasi. (Baca juga: Teror terhadap Diskusi Pemberhentian Presiden Telah Mencederai Kebebasan Akademik)
"Salah satu contoh yang paling aktual yang menunjukkan upaya "pembunuhan' demokrasi adalah tindakan intimidasi yang dilakukan oleh oknum tertentu kepada panitia penyelenggara dan narasumber Diskusi dan Silaturahmi Bersama Negarawan (DILAWAN) yang diselenggarakan kelompok studi mahasiswa Constitutional Law Society Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) pada 29 Mei 2020," kata dia dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (30/5/2020).
(Baca juga: Teror ke Panitia Diskusi di UGM, Demokrat Prihatin Demokrasi di Indonesia)
Fathul mengecam keras atas ancaman yang dilakukan oleh oknum terhadap rencana kegiatan diskusi tersebut. Menurutnya, tindakan itu bentuk upaya pembunuhan terhadap demokrasi. (Baca juga: Teror terhadap Diskusi Pemberhentian Presiden Telah Mencederai Kebebasan Akademik)
"Salah satu contoh yang paling aktual yang menunjukkan upaya "pembunuhan' demokrasi adalah tindakan intimidasi yang dilakukan oleh oknum tertentu kepada panitia penyelenggara dan narasumber Diskusi dan Silaturahmi Bersama Negarawan (DILAWAN) yang diselenggarakan kelompok studi mahasiswa Constitutional Law Society Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) pada 29 Mei 2020," kata dia dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (30/5/2020).
Lihat Juga :